
Explore universitas terbaik dunia kini bukan lagi sekedar mimpi semata, tetapi sebuah peluang yang bisa dicapai. Tahukah, Cationers? Kini, terdapat berbagai program beasiswa fully funded bahkan untuk universitas terbaik di dunia sekalipun. Mulai dari LPDP, Chevening Scholarship, Beasiswa Indonesia Bangkit, Jardine Scholarship, Rhodes Scholarship, dan berbagai program lainnya dengan memberikan pendanaan yang mencakup biaya pendidikan, tiket pesawat, hingga asuransi kesehatan.
Namun, Cationers jangan terlalu fokus mencari dan menentukan program beasiswa tanpa menentukan universitas tujuan terlebih dahulu. Sebelum itu, tentukan terlebih dahulu universitas impian bahkan meskipun universitas terbaik dunia sekalipun agar Cationers lebih semangat dan fokus dalam meningkatkan peluang yang ada. Selain itu, menentukan universitas yang dituju bukan berarti hanya berdasarkan peringkat tertinggi seperti urutan universitas terbaik dunia. Sebaliknya, pertimbangkan juga berdasarkan persyaratan penerimaan, peluang pendanaan, hingga keunggulan akademik. Oleh karena itu, yuk explore universitas terbaik dunia.
Baca juga: https://blog.hellocation.id/beasiswa-s2-luar-negeri-untuk-fresh-graduate/
Rekomendasi Universitas Terbaik Dunia untuk Target Beasiswa S2
Setelah menentukan pilihan dari hasil explore universitas terbaik dunia, langkah selanjutnya adalah memilih program beasiswa yang sesuai dan dapat mendukung Cationers secara penuh. Untungnya, banyak sekali program beasiswa fully funded. Berikut ini, beberapa universitas terbaik dunia beserta pilihan beasiswa yang dapat Cationers pertimbangkan:
1. Massachusetts Instituteof Technology (MIT) – Amerika Serikat
Sebagai salah satu universitas terbaik dunia, MIT menerima mahasiswa melalui program beasiswa mulai dari LPDP, Fulbright Master’s Degree Scholarship, dan Beasiswa Indonesia Bangkit.
2. Imperial College London – Inggris
Sedangkan untuk Imperial College London, program beasiswa yang bisa digunakan mulai dari Chevening Scholarship, Rhodes Scholarship, LPDP, dan Beasiswa Indonesia Bangkit.
3. Stanford University – Amerika Serikat
Sementara itu, Stanford University membuka peluang studi melalui Beasiswa Indonesia Bangkit, LPDP, Chevening Scholarship, dan Rhodes Scholarship.
4. University of Oxford – Inggris
Di sisi lain, University of Oxford terdapat banyak program beasiswa, yaitu LPDP, Weidenfeld-Hoffmann Scholarship, Beasiswa Indonesia Bangkit, Clarendon Fund, Chevening Scholarship, dan Jardine Scholarship.
5. Harvard University – Amerika Serikat
Berbeda dengan Stanford University, Harvard University menerima mahasiswea melalui program beasiswa Indonesia Bangkit, LPDP, dan Fulbright Master’s Degree Scholarship.
6. University of Cambridge – Inggris
Selanjutnya, University of Cambridge menyediakan berbagai pilihan program beasiswa yang meliputi Rhodes Scholarship, Chevening Scholarship, LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, Gates Cambridge Scholarship, dan Jardine Scholarship.
7. National University of Singapore (NUS) – Singapore
Cationers dapat memanfaatkan program beasiswa dari LPDP dan Beasiswa Indonesia Bangkit.
8. University College London (UCL) – Inggris
Tak hanya University of Cambridge, University College London juga membuka peluang S2 melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit, Rhodes Scholarship, Chevening Scholarship, dan LPDP.
9. California Institute of Technology – Amerika Serikat
Cationers dapat menggunakan program beasiswa dari Fulbright Master’s Degree Scholarship, Beasiswa Indonesia Bangkit, dan LPDP.
10. The University of Hong Kong – Hong Kong
Selanjutnya, beasiswa yang dapat digunakan untuk mendaftar The University of Hong Kong adalah LPDP dan Beasiswa Indonesia Bangkit.
11. Nanyang Technological University (NTU) – Singapore
Sedangkan, NTU terdapat beberapa pilihan program beasiswa fully funded, yakni Fulbright Master’s Degree Scholarship, Beasiswa Indonesia Bangkit, dan LPDP.
12. University of Chicago – Amerika Serikat
Lebih lanjut, untuk University of Chicago Cationers bisa mempertimbangkan program beasiswa dari Beasiswa Indonesia Bangkit, LPDP, dan Fulbright Master’s Degree Scholarship.
13. Peking University – China
Universitas ini dapat menggunakan program beasiswa dari Chinese Government Scholarship, LPDP, dan Beasiswa Indonesia Bangkit.
14. University of Pennsylvania – Amerika Serikat
Program beasiswa yang dapat dicoba, yaitu beasiswa dari LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, dan Fulbright Master’s Degree Scholarship.
15. Cornell University – Amerika Serikat
Kemudian beasiswa fully funded untuk berkuliah di Cornell University adalah beasiswa dari Fulbright Master’s Degree Scholarship, Beasiswa Indonesia Bangkit, dan LPDP.
16. Tsinghua University – China
Selanjutnya, program beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh Cationers untuk universitas ini meliputi Beasiswa Indonesia Bangkit, Schwarzman Scholarship, Chinese Government Scholarship, dan LPDP.
17. University of California, Berkeley – Amerika Serikat
Program beasiswa yang dapat dimanfaatkan adalah Beasiswa Indonesia Bangkit, Fulbright Master’s Degree Scholarship, dan LPDP.
18. The University of Melbourne – Australia
Sementara itu, untuk The University of Melbourne program beasiswa yang dapat digunakan, yaitu Australia Awards Scholarship, Australia for ASEAN Scholarship, Beasiswa Indonesia Bangkit, dan LPDP.
19. University of New South Wales (UNSW Sydney) – Australia
Sebagai alternatif lainnya, Cationers dapat menggunakan program beasiswa dari Australia for ASEAN Scholarship, Australia Awards Scholarship, LPDP, dan Beasiswa Indonesia Bangkit untuk berkuliah di University of New South Wales.
20. Yale University – Amerika Serikat
Terakhir, Cationers bisa memanfaatkan program beasiswa dari LPDP, Beasiswa Indonesia Bangkit, dan Fulbright Master’s Degree Scholarship.
Pilihan Beasiswa S2 Fully Funded
Setelah menentukan universitas tujuan, langkah selanjutnya adalah memilih program beasiswa yang sesuai dengan kebutuhan, Cationers. Perlu diketahui, setiap program beasiswa memiliki persyaratan dan memberikan cakupan pendanaan yang berbeda. Berikut program beasiswa yang dapat Cationers gunakan:
1. LPDP
Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan program pendidikan dari pemerintah Indonesia yang memberikan pendanaan berupa:
- Biaya kuliah fully funded;
- Biaya pendaftaran;
- Tunjangan kedatangan;
- Tunjangan hidup bulanan;
- Biaya transportasi;
- Asuransi kesehatan;
- Biaya keadaan darurat;
- Tunjangan lomba internasional;
- Tunjangan buku;
- Biaya bantuan publikasi jurnal internasional;
- Aplikasi visa; dan
- Intensif kelulusan.
2. Fulbright Master’s Degree Scholarship
Selanjutnya, Fulbright Master’s Degree Scholarship merupakan beasiswa penuh dari Pemerintah Amerika Serikat bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi jenjang S2 di berbagai universitas AS. Komponen pendanaan Fulbright Master’s Degree Scholarship antara lain:
- Biaya kuliah dan penunjang pendiidkan;
- Asuransi kesehatan;
- Tunjangan hidup bulanan;
- Visa J-1; dan
- Allowance tambahan untuk keperluan profesional.
3. Beasiswa Indonesia Bangkit
Sementara itu, Beasiswa Indonesia Bangkit adalah program beasiswa kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang didanai melalui Dana Abadi Pendidikan dengan pendaan yang meliputi:
- Tunjangan hidup bulanan;
- Biaya kuliah dan penunjang kehidupan;
- Biaya asuransi kesehatan;
- Biaya transportasi;
- Biaya kedatangan; dan
- Biaya aplikasi visa.
4. Chevening Scholarship
Program beasiswa fully funded dari Pemerintah Inggris untuk mahasiswa seluruh dunia yang ingin melanjutkan studi S2 selama satu tahun di universitas yang ada di Inggris. Komponen pendanaan untuk beasiswa ini, yaitu:
- Biaya pendidikan maksimal £ 18.000;
- Biaya ujian dan laboratorium;
- Tunjangan hidup selama satu tahun;
- Pembuatan visa;
- Biaya perjalanan; dan
- Tunjangan kedatangan.
5. Rhodes Scholarship
Di sisi lain, Rhodes Scholarship merupakan program beasiswa yang paling bergengsi di dunia. Program ini khusus untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya di University of Oxford dengan pendanaan berupa:
- Tunjangan hidup tahunan;
- Biaya kuliah fully funded;
- Biaya pendaftaran;
- Biaya visa pelajar dan International Health Surcharge (IHS);
- Tiket pesawat; dan
- Biaya kedatangan.
6. Clarendon Fund
Tak hanya itu, Clarendon Fund juga merupakan program beasiswa khusus mahasiswa yang melanjutkan studinya di University of Oxford dengan komponen beasiswa, yaitu:
- Tunjangan hidup tahunan; dan
- Biaya kuliah.
7. Weidenfeld-Hoffmann
Beasiswa pascasarjana di University of Oxford dengan pendanaan berupa:
- Tunjangan hidup sebesar £20.780; dan
- Biaya kuliah.
8. Jardine Scholarship
Sebagai alternatif, Cationers dapat memanfaatkan program ini untuk yang ingin melanjutkan studi di University of Oxford dengan benefit mulai dari:
- Tunjangan kesehatan imigrasi Inggris Raya;
- Biaya tiket pesawat;
- Biaya kuliah; dan
- Tunjangan saku tahunan.
9. Gates Cambridge Scholarship
Sementara itu, program ini ditujukan untuk mahasiswa luar Inggris yang menempuh studi jenjang S2 dan S3 di University of Cambridge dengan pendanaan berupa:
- Tunjangan hidup satu tahun;
- Biaya kuliah;,
- Biaya penerbangan; dan
- Biaya visa serta Immigration Health Surcharge (IHS).
10. Chinese Government Scholarship
Di sisi lain, Chinese Government Scholarship merupakan program beasiswa dari Pemerintah Tiongkok untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di berbagai universitas yang ada di Tiongkok dengan benefit beasiswa mulai dari:
- Tunjangan hidup bulanan;
- Biaya kuliah;
- Asrama kampus;
- Biaya asuransi kesehatan; dan
- Biaya akomodasi.
11. Schwarzman Scholarship
Selanjutnya, Schwarzman Scholarship merupakan khusus untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2 di Tsinghua University dengan pendanaan mulai dari:
- Biaya akomodasi;
- Tunjangan hidup tahunan;
- Biaya kuliah;
- Asuransi kesehatan; dan
- Study tour di Tiongkok.
12. Australia Awards Scholarship
Terakhir, Australia Awards Scholarship adalah program beasiswa yang hanya ditujukan untuk studi jenjang Master satu gelar (single degree) dengan pendanaan yang mencakup:
- Pembuatan visa;
- Biaya kuliah;
- Asuransi kesehatan;
- Biaya pendaftaran;
- Tunjangan kedatangan;
- Tunjangan hidup bulanan;
- Biaya keadaan darurat; dan
- Biaya seminar serta publikasi jurnal internasional.
13. Australia for ASEAN Scholarship
Beasiswa dari Pemerintah Australia untuk mahasiswa dari negara-negara ASEAN yang ingin melanjutkan studi S2 pada universitas yang ada di Australia. Benefit program beasiswa ini meliputi:
- Biaya tiket pesawat PP;
- Biaya kuliah;
- Asuransi kesehatan;
- Tunjangan kedatangan;
- Tunjangan hidup bulanan; dam
- Tunjangan penelitian.
Kunci Lolos Beasiswa S2 Luar Negeri
Hal lain yang tidak kalah penting setelah menentukan universitas dan program beasiswa adalah mencatat dan mempersiapkan seluruh persyaratan sejak awal. Sebagian besar universitas dan program beasiswa meminta beberapa dokumen penting, seperti:
- Ijazah dan transkrip nilai akademik;
- Curriculum vitae (CV);
- Paspor;
- Motivation letter;
- Surat rekomendasi;
- Sertifikat kemampuan bahasa Inggris (IELTS atau TOEFL); dan
- Sertifikat HSK atau bahasa Mandarin (tergantung dengan universitas yang dituju).
Pada beberapa negara, cationers perlu melakukan proses apostille atau legalisasi terhadap dokumen-dokumen tersebut. Proses ini memastikan dan mengesahkan keaslian dokumen sehingga dapat diakui oleh universitas dan negara tujuan, Cationers. Universitas tujuan dapat menolak dokumen seperti transkrip nilai, akta kelahiran, maupun ijazah apabila belum melakukan apostille. Dengan demikian, proses pendaftaran akan terasa lebih terarah dan mudah. Selain itu, hal ini dapat meminimalkan adanya risiko kendala administrasi.
Singkatnya, banyak sekali persiapan yang harus dilakukan untuk melanjutkan studi di universitas terbaik dunia. Mulai dari menentukan universitas, memilih program beasiswa yang sesuai, hingga mempersiapkan seluruh persyaratan dan dokumen pendukung. Apabila Cationers masih bingung mengenai proses apostille atau legalisasi dokumen, Cationers dapat memanfaatkan layanan apostille dari Hellocation yang dapat diakses pada website https://hellocation.id/apostille/ Yuk, segera kunjungi laman website Hellocation dan segera siapkan dokumen beasiswamu, ya!
