
Beasiswa Jerman bisa menjadi salah satu pilihan bagi Cationers yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri. Jerman dikenal sebagai negara yang aman dan nyaman bagi mahasiswa asing sebab biaya pendidikan yang relatif terjangkau serta menawarkan kualitas pendidikan yang sangat baik. Selain itu, Jerman memiliki posisi geografis yang strategis, yakni sebagai jantung Eropa. Tidak hanya sebutan semata, Jerman memang berada di bagian tengah Eropa dan tentunya berbatasan dengan beberapa negara Eropa lainnya sehingga memudahkan Cationers untuk melakukan travelling.
Baca juga: Fakta Menarik Sistem Pendidikan di Jerman
Salah satu lembaga beasiswa yang bisa Cationers pertimbangkan adalah DAAD Indonesia. Tidak hanya berada di Indonesia, DAAD Jerman sendiri telah berdiri sejak tahun 1925 dan hadir di Indonesia sejak tahun 1990. Uniknya, DAAD tidak hanya menyediakan satu skema program beasiswa, tetapi terdapat beberapa program beasiswa dan skema pendanaan untuk Cationers yang ingin melanjutkan studi di Jerman. Sebelum salah pilih lembaga beasiswa Jerman, yuk kenalan lebih dekat dengan DAAD Indonesia!
Apa itu DAAD Indonesia?
DAAD merupakan singkatan dari Deutscher Akademischer Austauschdienst atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Dinas Pertukaran Akademis Jerman. Kantor pusat DAAD berada di Bonn, Jerman. Sementara itu, kantor regional atau DAAD Indonesia berada di Jakarta yang mengawasi sekaligus bertanggung jawab atas Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste.
Secara umum, DAAD Indonesia memiliki dua skema pendanaan, yakni individual funding dan project funding. Individual funding adalah pendanaan yang diberikan kepada suatu individu mulai dari jenjang S1 hingga postdoctoral, sedangkan project funding memberikan pendanaan kepada mereka yang terlibat dalam proyek kerja sama antara perguruan tinggi di Jerman dengan perguruan tinggi di luar Jerman, seperti pertukaran mahasiswa maupun kegiatan seminar.
Baca juga: Pilihan Kampus Jerman
Program Beasiswa DAAD Indonesia
Nah, saatnya masuk ke bagian yang paling penting. DAAD Indonesia memiliki beberapa program beasiswa Jerman yang bisa Cationers manfaatkan. Yuk, simak lebih lengkapnya!
1. EPOS
EPOS (Development Related Postgraduate Courses) adalah program beasiswa untuk jenjang Master dan PhD. Program beasiswa ini menawarkan beberapa program studi yang berkaitan dengan pembangunan nasional, seperti engineering, ekonomi, social science, public health, development cooperation, urban planning, agricultural science, natural science, dan media studies. Namun, program EPOS memiliki beberapa persyaratan khusus, antara lain:
- Memiliki pengalaman kerja minimal dua tahun;
- Surat pengalaman kerja;
- Recommendation letter; dan
- Form aplikasi dari DAAD Indonesia.
Selain itu, Cationers juga harus memperhatikan persyaratan tambahan dari program studi yang dituju. Persyaratan tambahan ini dapat berupa sertifikat bahasa Inggris.
2. Helmut Schmidt
Helmut Schmidt atau Public Policy and Good Governance (PPGG) menawarkan program studi pada bidang kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan. Oleh sebab itu, program beasiswa Jerman ini cocok bagi anak muda yang berkecimpung dalam pemerintahan, masyarakat, maupun aktivitas sosial lainnya. Sayangnya, program Helmut Schmidt ini hanya terbatas pada tujuh program studi, seperti Social Protection, Development and Governance, Public Policy, Peace and Conflict Studies, Management in Nonprofit Organisations, Development Studies, dan Governance and Public Policy. Berbeda dengan EPOS, program ini tidak mewajibkan untuk memiliki pengalaman kerja selama dua tahun.
3. STEM
STEM atau program Science, Technology, Engineering, and Mathematics hanya menawarkan program Master pada bidang saintek, seperti Science, Technology, Engineering, dan Mathematics. Pada program ini Cationers dibebaskan memilih program studi sesuai dengan keinginan Cationers. Namun, pilihan program studi tersebut hanya terbatas pada program studi dari universitas yang tidak mengenakan biaya kuliah.
Bagaimana Cara Mendaftar Beasiswa DAAD Indonesia?
Setiap program beasiswa tentunya memiliki mekanisme pendaftaran yang berbeda. Meskipun sama-sama dari lembaga DAAD Indonesia, ketiga program beasiswa mulai dari EPOS, Helmut Schmidt, bahkan STEM memiliki ketentuan pendaftaran yang berbeda.
Untuk program beasiswa EPOS dan Helmut Schmidt, Cationers dianjurkan untuk mendaftar ke program studi terlebih dahulu. Proses pendaftaran tersebut sekaligus mencakup pendaftaran program beasiswa sehingga Cationers tidak memerlukan LoA. Berbeda dengan program beasiswa EPOS dan Helmut Schmidt, program beasiswa STEM dapat langsung mendaftar pada portal resmi DAAD Indonesia tanpa perlu mendaftar ke program studi terlebih dahulu.
Tertarik Menggunakan Beasiswa DAAD?
Untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai program dan persyaratan terbaru dari DAAD Indonesia, Cationers dapat mengunjungi situs resmi DAAD melalui www.daad.id. Saat melakukan pencarian, jangan lupa untuk mengatur filter secara spesifik sesuai dengan beasiswa yang dituju.
Baca juga: DAAD Scholarship
Selain menentukan program beasiswa, proses dalam mempersiapkan pendaftaran juga tak kalah penting. Mempersiapkan beasiswa Jerman tentunya membutuhkan perencanaan yang matang. Mulai dari menentukan program beasiswa yang sesuai, program studi, dokumen dan sertifikat pendukung, serta persyaratan lainnya perlu Cationers persiapkan sejak awal.
Nah, kalau Cationers masih bingung mau mulai dari mana atau butuh arahan profesional agar lebih terstruktur? Heon siap bantu lewat layanan mentorship HelloCation. Bersama mentor berpengalaman, Cationers dapat mendiskusikan rencana studi, strategi beasiswa, hingga mempersiapkan dokumen atau persyaratan yang dibutuhkan.
Yuk, konsultasikan rencana studi dan program beasiswamu lewat layanan mentorship HelloCation!
