Agustus 7, 2026
Sumber: Seoul Metropolitan Government

 

Annyeong, Cationers!

 

Banyak dari Cationers pasti pernah berpikir, “Aku pengen kuliah di Korea Selatan, terus lanjut kerja di sana. Tapi, gimana ya cara bikin CV dan interview ala orang Korea? Kalau salah langkah, bisa-bisa aku gagal!” 

 

Cationers nggak perlu khawatir karena perasaan takut dan cemas tentunya sangat normal! Jika Cationers sudah mantap untuk meniti karier di Korea Selatan, khususnya Seoul, pemerintah setempat memiliki program yang sangat populer, yaitu 30 Days in Seoul

 

Mengenal Seoul Lebih Dalam Bersama 30 Days in Seoul

Sebagai ibukota Korea Selatan, Seoul menjadi destinasi populer bagi pendatang dari berbagai negara untuk menempuh pendidikan maupun memulai karier. Melihat potensi dari banyaknya mahasiswa internasional yang bertaburkan talenta, Seoul Metropolitan Government memberi kesempatan agar mereka bisa membangun karier di Seoul. Dari alasan ini, lahirlah program 30 Days in Seoul yang pertama kali diadakan pada tahun 2025 lalu. 

 

Program ini berupaya untuk membantu mahasiswa internasional agar bisa memulai karier yang stabil di Seoul secara terarah. Berlangsung selama kurang lebih dua bulan, program ini menawarkan berbagai kegiatan menarik. Program ini akan diawali dengan kegiatan orientasi yang menjadi sarana bagi para mahasiswa untuk berkenalan dan bonding. Pada minggu-minggu berikutnya, para mahasiswa dapat mengenal lebih dalam tentang kehidupan di Seoul pada kelas Living in Seoul dan belajar tentang sejarah dan budaya Korea dalam kelas Korean History & Culture. 

 

Berfokus pada tujuan utama 30 Days in Seoul untuk melatih kompetensi industri, program ini menawarkan kelas-kelas yang membentuk para peserta menjadi versi terbaik mereka. Program ini membantu para mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan kerja dalam kelas Job Skills Training, mengenalkan kehidupan pekerja di Korea dalam kelas Employment Preparation, melatih kemampuan komunikasi profesional melalui kelas Business Korean, belajar strategi adaptasi dan kesehatan mental dalam kelas Special Lecture, bahkan mengajak para peserta untuk melihat lingkungan kerja secara nyata melalui Company Visit.

 

Setiap kelas dalam program 30 Days in Seoul diadakan beberapa kali dalam satu bulan dan setiap pertemuannya akan membahas topik-topik yang berbeda dan menarik. Selain melaksanakan kelas-kelas formal, ada juga kegiatan jalan-jalan dan piknik untuk menikmati keindahan kota Seoul. Setelah para peserta menyelesaikan seluruh rangkaian kelas dan aktivitas, program ini diakhiri dengan upacara penutupan sebagai bentuk apresiasi.

 

Baca juga: Kegiatan Unik Mahasiswa SNU Ternak Lebah di Atap Kampus 

 

(Sumber: Korea JoongAng Daily)

 

Populer di Kalangan Mahasiswa

Berbagai kelas dan pengalaman menarik dalam 30 Days in Seoul membuat program ini menarik banyak perhatian dari mahasiswa internasional. Popularitas ini terbukti dari rekaman data mahasiswa yang telah mengikuti program ini. Menurut data angkatan ketiga, ada sebanyak 367 kandidat yang tertarik, tetapi hanya 74 peserta yang diterima. Angka ini menunjukkan terdapat rasio persaingan 4,9 banding 1 yang sangat ketat. Para peserta dari angkatan ketiga ini juga memberikan kesan yang baik hingga memberikan nilai kepuasan rata-rata 92,8%. 

 

Melihat banyaknya pesaing, Cationers tentu penasaran dengan syarat-syarat untuk mengikuti program ini. Sebenarnya, syarat untuk mendaftar sangat sederhana! Seluruh mahasiswa internasional yang terdaftar di salah satu universitas di Seoul maupun bagi alumni yang sudah lulus dalam dua tahun terakhir bisa mengikuti program ini. Mahasiswa internasional yang mendaftar harus memiliki izin tinggal/visa yang valid. Alur pendaftarannya pun sangat mudah! Pada tahap pertama, pendaftar hanya perlu mengisi formulir secara daring. Jika terpilih, pendaftar akan maju ke tahap kedua dengan tugas membuat video 1 menit perkenalan diri. Jangan lupa, kuota penerimaan peserta 30 Days in Seoul sangat sedikit yang membuat persaingan sangat ketat.

 

Selain kelas dan pengalaman, program 30 Days in Seoul juga memberikan beberapa manfaat lainnya. Pihak penyelenggara menanggung biaya untuk semua aktivitas di bawah nama 30 Days in Seoul sehingga peserta tidak perlu khawatir. Di akhir pelaksanaan, peserta akan mendapatkan sertifikat penyelesaian yang bertanda tangan Wali Kota Seoul. Ada pun pembebasan kredit sebanyak 4 jam untuk Korea Immigration and Integration Program (KIIP) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kehakiman.

 

Seorang mahasiswa internasional dari Tiongkok memberikan testimoni tentang program ini. “Saya belajar banyak tentang budaya Korea, dari membuat kalung hingga memainkan permainan tradisional. Sangat seru bisa merasakan pengalaman ini secara langsung. Saya juga menonton pertandingan bisbol di Jamsil Baseball Stadium, dan suasana di sana sangat berbeda dan mengagumkan,” ungkapnya pada media Korea Times.

 

Sudah Siap Untuk Berkarier di Seoul?

Jadi, siapa nih, Cationers yang ingin settle down di Korea? Sekarang udah tahu, kan, langkah-langkah yang perlu Cationers ambil supaya nggak hilang arah untuk memulai karier di Korea Selatan?

 

Nah, sebelum semakin jauh menyiapkan karier, pastinya Cationers perlu mulai step by step dimulai dari persiapan pendidikan. Cationers nggak perlu ragu untuk meminta bantuan pada Hellocation Korea untuk mulai menyiapkan jenjang kuliah di Korea Selatan. Mulai dari layanan apostille hingga tutoring bahasa, semua yang Cationers butuhkan ada di sini! Kunjungi laman hellocation.id dan follow Instagram Hellocation Korea untuk cari apa saja yang Cationers butuhkan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *