Juli 22, 2026
Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono

Sumber Gambar: Gramedia

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana”, penggalan dari puisi berjudul “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono. Siapa yang tidak mengenal salah satu sastrawan yang memiliki peran besar dalam dunia sastra ini? Berikut biografi singkat serta kumpulan puisi indah karya Sapardi Djoko Damono.

Tentang Sapardi Djoko Damono

Kumpulan Puisi Karya Sapardi Djoko Damono
Sumber Gambar: Gramedia

Selain terkenal sebagai penyair dengan kumpulan puisi indahnya, Sapardi Djoko Damono juga merangkap sebagai seorang dosen serta pengamat, kritikus, dan pakar sastra. Beliau lahir di Solo pada 20 Maret 1940 dan merupakan anak pertama dari pasangan Sadyoko dan Saparian.

Sejak SMA, Sapardi telah aktif menulis dan mengirimkan karya-karyanya ke berbagai majalah. Karena minat menulisnya itu, setelah lulus SMA Sapardi mengambil program studi Sastra Inggris di Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada.

Setelah itu, Sapardi memperdalam wawasannya dengan melanjutkan pendidikan di University of Hawaii, Amerika Serikat, dengan mengambil program studi humanities pada 1970-1971.

Baca Juga: Keren! 4 Artis Indonesia yang Ternyata Penerima Beasiswa LPDP

Sampai pada 1989, Sapardi mendapatkan gelar doktor sastra. Kemudian, pada 1995 menjadi Guru Besar di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Sapardi memiliki peran yang sangat besar dalam Dunia Sastra. Tidak hanya berperan sebagai sastrawan dan dosen, Sapardi juga berkontribusi dalam pembuatan buku-buku tentang Sastra yang sangat penting, serta menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia.

Sapardi juga kerap berpartisipasi dalam pertemuan internasional untuk mengembangkan kemampuannya sebagai sastrawan. Oleh karena itu, tidak heran jika karya-karya beliau banyak pengagumnya.

Beberapa Puisi Populernya

Sumber Gambar: Disway.id

Meski beliau telah tiada pada 19 Juli 2020, baik bagi kalangan sastrawan maupun masyarakat biasa, kumpulan puisi indahnya yang sederhana, tetapi penuh makna itu akan terus terkenang sepanjang masa, seperti puisi-puisi berikut ini.

 

Hujan Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

 

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

 

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

 

Yang Fana adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi:

memungut detik demi detik, merangkainya

seperti bunga sampai pada suatu hari

kita lupa untuk apa.

 

“Tapi,

yang fana adalah waktu, bukan?”

tanyamu. Kita abadi.

 

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Pada Suatu Hari Nanti

pada suatu hari nanti

jasadku tak akan ada lagi

tapi dalam bait-bait sajak ini

kau tak akan kurelakan sendiri

 

pada suatu hari nanti

suaraku tak terdengar lagi

Tapi di antara larik-larik sajak ini

 

kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti

impianku pun tak dikenal lagi

namun di sela-sela huruf sajak ini

kau tak akan letih-letihnya kucari

 

Hatiku Selembar Daun

hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;

nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;

ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput;

sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi.

 

Itu dia kumpulan puisi indah karya Sapardi Djoko Damono. Puisi mana yang termasuk favoritmu, Cationers?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *