Juli 21, 2026
Sumber: Korea JoongAng Daily

Istilah sapaan masa Dinasti Joseon kembali mencuri perhatian berkat drama Perfect Crown yang dibintangi IU dan Byeon Woo Seok! Saat menonton, Cationers pasti pernah mendengar panggilan seperti Jeonha, Mama, atau Daebi kan? Sekilas, sapaan-sapaan tersebut memang terdengar mirip, namun setiap sapaan ternyata memiliki makna dan kedudukan yang berbeda-beda, lho! Selain itu, penggunaan sapaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat Dinasti Joseon menerapkan struktur sosial yang ketat.

Nah, supaya pengalaman nonton drama bertema saeguk jadi makin seru… Yuk kenali istilah-istilah sapaan keluarga Dinasti Joseon dalam bahasa Korea berikut ini!

Baca Juga: Beragam Aksesoris Kepala Tradisional Korea Pria yang Muncul di Drama Sageuk

Yuk Kenali 12 Istilah Sapaan Keluarga Dinasti Joseon!

Sumber: Selfie Time

1. Jeonha (전하).

Sapaan formal yang berarti “Baginda” dalam bahasa Indonesia. Seluruh penghuni istana dan masyarakat menggunakan sapaan ini untuk menyapa Raja (Wang).

2. Mama (마마).

Sapaan hormat yang berarti “Yang Mulia” dalam bahasa Indonesia untuk menyapa Ratu (Wangbi), Ibu Suri (Daebi), serta selir kerajaan tingkat tinggi.

3. Jeoha (저하).

Para pejabat dan penghuni istana menyapa Putra Mahkota (Wangseja) dengan sebutan Jeoha (저하). Dalam bahasa Indonesia, sapaan ini berarti “Paduka” dan menunjukkan penghormatan kepada pewaris takhta kerajaan.

4. Hapa (합하).

Sapaan formal untuk menyapa cucu raja yang merupakan putra dari Putra Mahkota (Wangseson).

5. Daegam (대감).

Daegam berarti “Tuanku” dalam bahasa Indonesia. Para penghuni istana menggunakan sapaan ini untuk menghormati Pangeran Agung (Daegun) atau Pangeran (Gun) yang telah menikah atau dewasa.

6. Agissi (아기씨).

Sapaan untuk pangeran atau putri raja saat mereka masih kecil dan belum mencapai usia menikah (dewasa).

7. Jaga (자가).

Jaga merupakan sapaan khusus untuk Putri Raja (Gongju) setelah ia menikah. Para penghuni istana menggunakan sapaan ini sebagai bentuk penghormatan.

8. Jusang (주상).

Jusang merujuk pada raja yang sedang bertakhta. Ibu Suri atau anggota keluarga kerajaan yang lebih senior menggunakan sapaan ini saat berbicara kepada raja.

9. Jungjeon (중전).

Sebutan populer untuk Permaisuri yang secara harfiah berarti “Istana Tengah” merujuk pada lokasi kediamannya di pusat istana.

10. Bin-gung (빈궁).

Sebutan atau sapaan untuk  Istri Putra Mahkota (Wangsejabin) di dalam lingkungan istana.

11. Dong-gung (동궁).

Anggota keluarga kerajaan yang memiliki kedudukan lebih tinggi memanggil Putra Mahkota dengan sebutan Dong-gung. Istilah ini secara harfiah berarti “Istana Timur”.

12. Gwain (과인).

Raja menyebut dirinya sendiri sebagai Gwain saat berbicara di hadapan para bawahannya. Istilah ini berfungsi sebagai kata ganti orang pertama.

Selanjutnya, Cationers mungkin penasaran mengapa pada masa Dinasti Joseon keluarga kerajaan memiliki begitu banyak sapaan yang berbeda.

Kenapa Dinasti Joseon Memiliki Banyak Istilah Sapaan?

Setiap istilah sapaan di Dinasti Joseon memiliki fungsi yang berbeda karena masyarakatnya menjunjung tinggi etika dan hierarki. Selain itu, penggunaan istilah-istilah tersebut juga sangat bergantung pada hierarki pangkat, status sosial, serta siapa yang sedang berbicara kepada siapa. Bahkan, pada zaman itu, terdapat larangan untuk menggunakan nama pribadi.

Oleh karena itu, penggunaan nama pribadi dianggap kurang sopan, terutama dalam lingkungan kerajaan. Akibatnya, para bangsawan lebih sering dipanggil menggunakan gelar kehormatan atau nama kediamannya di dalam istana. Jadi, nggak heran ya kalau saat menonton drama kerajaan Korea, kamu akan mendengar banyak istilah yang terdengar asing dan memiliki makna yang berbeda-beda.

Biar Nggak Bingung Lagi Saat Nonton Drama Saeguk! 

Sering kali, Cationers juga bingung saat satu tokoh memiliki beberapa sebutan yang berbeda. Hal itu memang wajar pasalnya dalam sistem kerajaan Joseon, cara menyapa seseorang bergantung pada hubungan, pangkat, dan situasi saat itu. Bahkan, anggota keluarga kerajaan yang lebih senior bisa menggunakan sapaan yang berbeda kepada raja dibandingkan para pejabat atau rakyat biasa. Alhasil, aturan etika pada masa Dinasti Joseon terlihat sangat detail. 

Dengan memahami istilah-istilah ini, tentunya Cationers bisa lebih mudah dan terbantu dalam mengikuti alur cerita drama kerajaan Korea sekaligus mengenal budaya dan etika masyarakat Joseon. 

Akhirnya, Cationers sudah tahu kan kalau setiap istilah sapaan dalam keluarga Dinasti Joseon memiliki makna dan menunjukkan kedudukan masing-masing anggota kerajaan? Jadi, saat menonton drama Perfect Crown atau drama sageuk lainnya, kamu nggak perlu bingung lagi membedakan sapaan seperti Jeonha, Jungjeon Mama, hingga Daebi Mama.

 

Masih penasaran dengan fakta menarik seputar bahasa, budaya, dan kehidupan di Korea Selatan?

 

Yuk, terus eksplor budaya Korea bersama Hellocation! Jangan lupa ikuti blog Hellocation dan follow Instagram @hellocationkorea @hellocation.id supaya nggak ketinggalan informasi seru lainnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *