Juni 4, 2026
Belajar Sejarah Indonesia di Museum Belanda, Yuk!

Sumber: Istockphoto.com

Belajar Sejarah Indonesia di Museum Belanda, Yuk!
Sumber: Istockphoto.com

Belajar sejarah Indonesia di museum Belanda bisa menjadi pengalaman seru, lho, Cationers! Pernah kepikiran, nggak, kalau sebagian kisah tentang Indonesia justru tersimpan rapi di negeri kincir angin? Selama lebih dari 3,5 abad masa penjajahan, Belanda membawa banyak artefak dan peninggalan bersejarah dari tanah air yang kini tampil di berbagai museum. Selain itu, Cationers bisa mengenal sambil menikmati atmosfer Eropa yang klasik, penuh budaya, dan nilai edukatif.

Kali ini, Heon bakal ajak Cationers untuk menjelajahi beberapa museum di Belanda yang menyimpan potongan sejarah Indonesia. Yuk, baca artikelnya sampai habis!

Belajar Sejarah Indonesia di Museum Belanda: Daftar Museum yang Wajib Dikunjungi!

1. Sejarah Indonesia di Tropen Museum, Amsterdam

Belajar Sejarah Indonesia di Museum Belanda, Yuk!
Sumber: Wikipedia.org

Cationers bisa mulai belajar sejarah Indonesia di museum Belanda dari Tropen Museum di Amsterdam. Museum ini berdiri sejak 1864 dengan nama Colonial Museum yang menyimpan lebih dari 175.000 artefak dan 260.000 foto, sebagian besar berasal dari Indonesia. Koleksinya meliputi batik jawa abad ke-19, wayang kulit klasik, perhiasan emas dari Sumatra, dan alat musik tradisional dari Maluku yang menggambarkan keragaman budaya Nusantara. Menariknya, Cationers bisa mempelajari kolonialisme yang membentuk hubungan Indonesia–Belanda, termasuk melihat sisi lain sejarah dari sudut pandang yang jarang diajarkan di sekolah.

2. Sejarah Indonesia di Rijks Museum, Amsterdam

Belajar Sejarah Indonesia di Museum Belanda, Yuk!
Sumber: Istockphoto.com

Selain terkenal dengan karya seni Belanda, Rijks Museum juga menampilkan artefak berharga yang berkaitan dengan sejarah Hindia Belanda. Bahkan, pengunjung bisa melihat miniatur pasar tradisional lengkap dengan gamelan dan wayang. Sejak berdiri pada tahun 1800, museum ini mengoleksi berbagai benda yang merekam hubungan panjang antara Indonesia dan Belanda, mulai dari perdagangan rempah hingga diplomasi kerajaan. Cationers bisa menyaksikan keris berhias berlian pemberian Sultan Madura Cakra Adiningrat VII kepada Raja William I pada tahun 1835, bahkan miniatur pasar tradisional lengkap dengan gamelan dan wayang yang menggambarkan kehidupan masyarakat Nusantara pada masa itu. Dengan arsitektur megah dan pencahayaan modern, pengalaman belajar sejarah Cationers terasa lebih berkesan.

3. Sejarah Indonesia di Museum Volkenkunde, Leiden

Melihat jejak Indonesia di museum Belanda
Sumber: Istockphoto.com

Bergeser ke Leiden, Cationers harus berkunjung ke Museum Volkenkunde yang kaya dengan koleksi etnografi. Sejak 1837, Museum Volkenkunde menampilkan lebih dari 450.000 objek dari berbagai budaya dunia, sebagian besar berasal dari Nusantara. Cationers bisa mengamati patung Singasari seperti Durga, Mahakala, Nandiswara, dan Ganesha, yang sempat dikembalikan ke Indonesia pada 2023. Koleksi lain seperti keris, kain tenun, dan artefak daerah juga mewakili keberagaman budaya bangsa. Setiap benda bahkan dilengkapi penjelasan antropologis yang menggambarkan makna sosial dan spiritual.

4. Jejak Budaya Indonesia di Museum Maluku, Utrecht

Melihat jejak Indonesia di museum Belanda
Sumber: Istockphoto.com

Museum Maluku, sering disebut MuMa, mulai beroperasi pada tahun 1990 hasil kerja sama pemerintah Belanda dan komunitas Maluku. Museum ini berfungsi sebagai ruang ingatan untuk ribuan orang yang meninggalkan tanah air akibat gejolak politik pasca 1945. Cationers bisa menjelajahi arsip, foto, dan rekaman audio yang menggambarkan kehidupan diaspora Maluku di Belanda. Selain itu, ruangan di museum memberikan cerita personal tentang generasi Maluku menjaga budaya dan bahasa leluhur di tengah perubahan zaman.

5. Jejak Budaya Indonesia di Museum Sophiahof, Den Haag

Melihat jejak Indonesia di museum Belanda
Sumber: Wikipedia.org

Cationers bisa mengunjungi Museum Sophiahof untuk merasakan sisi paling personal dari sejarah Indonesia–Belanda pasca-kolonial, lho. Museum ini berada di Den Haag dan menghadirkan pameran tetap berjudul Ons Land, yang menceritakan kisah nyata veteran perang, keluarga Indonesia, dan saksi sejarah yang hidup di antara dua budaya. Melalui arsip, video, dan narasi personal, Cationers bisa merasakan perjalanan emosional yang menyentuh tentang identitas, kehilangan, dan rekonsiliasi kedua bangsa.

Gimana, Cationers? Semakin tertarik belajar sejarah Indonesia di museum Belanda? Yuk, follow juga instagram @hellocation.id supaya nggak ketinggalan info menarik lainnya! Nah, untuk Cationers yang sedang menyiapkan studi, pertukaran pelajar, atau riset ke luar negeri, jangan lupa siapin dokumen dengan rapi dan profesional, ya! Hellocation siap membantu Cationers lewat layanan proofreading dan translate dokumen supaya hasilnya sesuai standar internasional. Mimpi Cationers ke luar negeri bisa lancar tanpa drama, cukup percayain dokumennya ke tim Hellocation!

Baca juga: Rekomendasi Kampus Terbaik di Belanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *