
Source: staronline via X
Tragedi Itaewon yang terjadi pada 29 Oktober 2022 meninggalkan luka mendalam bagi Korea Selatan dan dunia. Tiga tahun setelah kejadian memilukan tersebut, pemerintah dan keluarga korban akhirnya mengadakan upacara peringatan bersama untuk pertama kalinya, menandai langkah penting dalam menghormati korban dan memperkuat kesadaran akan keselamatan publik. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merenung dan bersatu dalam solidaritas.
Baca juga: Itaewon: Kawasan Multikultural di Korea Selatan
Tragedi Itaewon 29 Oktober 2022
Pada 29 Oktober 2022, sebuah kerumunan maut terjadi di Itaewon, Seoul, saat warga dan wisatawan merayakan Halloween. 159 orang meninggal, termasuk 26 korban asing dari 14 negara. Tragedi ini menjadi salah satu bencana publik paling mematikan dalam sejarah Korea Selatan, dan menimbulkan kritik luas terhadap pengaturan keamanan dan respons otoritas saat itu.
Upacara Peringatan Bersama Pertama
Tahun 2025 menandai momen penting peringatan tiga tahun tragedi Itaewon, untuk pertama kalinya keluarga korban dan pemerintah Korea Selatan mengadakan upacara peringatan bersama. Acara diselenggarakan di Seoul City Hall Square dengan tema “Bersama Bintang, dengan Kebenaran dan Keadilan”, yang mencerminkan upaya mengenang korban sekaligus menegakkan keselamatan publik dan keadilan.
Kehadiran Keluarga Korban Asing
Uniknya, pemerintah Korea secara resmi mengundang keluarga korban asing dari 12 negara, termasuk AS, Jepang, Rusia, Iran, dan Australia. Total sekitar 46 anggota keluarga korban asing hadir untuk mengikuti upacara, bertemu keluarga korban lokal, dan ikut dalam berbagai kegiatan peringatan. Hal ini menunjukkan langkah pemerintah untuk menghormati semua korban, baik lokal maupun asing.
Rangkaian Acara dan Simbolisme
Upacara dimulai dengan doa dari empat organisasi agama, diikuti pawai peringatan dari lokasi tragedi menuju City Hall. Acara mencakup pemanggilan nama korban, doa hening, pidato Perdana Menteri, tayangan video peringatan, sambutan keluarga korban asing, serta penampilan musik. Sirene akan berbunyi selama satu menit pada pukul 10:29 pagi di seluruh Kota Seoul sebagai simbol penghormatan dan refleksi masyarakat. Warga juga dapat berpartisipasi melalui booth interaktif, menulis pesan peringatan, dan membagikan simbol peringatan.
Peringatan tiga tahun tragedi Itaewon bukan hanya soal mengenang yang telah pergi, tetapi juga mengajak semua pihak untuk belajar dari kesalahan, menegakkan keselamatan, dan menghormati mereka yang terdampak. Dengan adanya upacara peringatan bersama antara keluarga korban dan pemerintah, diharapkan semangat peduli dan keadilan terus hidup di masyarakat.
Ingin mengikuti lebih banyak kisah dan berita menarik dari Korea Selatan? Follow Instagram kami di @hellocationkorea untuk update terkini, tips, dan insight seputar Korea Selatan!
