
안녕 Cationers!
Seoul, ibu kota negara Korea Selatan, adalah salah satu kota yang terkenal akan lingkungan modernnya. Gedung-gedung tinggi yang futuristik, tuan rumah bagi K-pop dan K-drama, membuat kota ini berhasil menarik jutaan turis untuk berkunjung. Namun, di balik semua glamornya ada kawasan yang menawarkan suasana yang jauh lebih tenang dan bersejarah lho! Apakah Cationers tahu tempat itu?
Tempat itu adalah Nuha-Dong. Nah, kali ini kita bakal ngulik salah satu tempat hidden gem di Seoul. Siap eksplorasi? Yuk, kita jalan bareng!
Baca juga: Dari Dessert Viral ke Sayur Segar, Bomdong Bibimbap Jadi Tren Kuliner Baru di Korea
Kenalan Dulu Yuk Sama Seochon
Sebelum kita bahas Nuha-Dong lebih jauh, kita perlu kenalan dulu sama kawasan induknya nih, yaitu Seochon.

Seochon itu letaknya tepat di sebelah barat Istana Gyeongbokgung, dan usianya sudah sekitar 500 tahun sejak zaman Dinasti Joseon, lho! Dulu, kawasan ini jadi tempat tinggal para penyair, pelukis, cendekiawan, dan seniman yang ingin dekat dengan pusat kerajaan, tapi nggak punya budget untuk tinggal di kawasan elit. Pada masa Dinasti Joseon (1392–1910), kawasan di sebelah timur Istana Gyeongbok, yang dikenal sebagai Bukchon, menjadi tempat tinggal kaum aristokrat. Sementara itu, Seochon, di sinilah para penyair, pelukis, cendekiawan, dan penulis dari kalangan yang lebih sederhana memilih menetap. Mereka tertarik pada Seochon karena dua hal, yaitu kedekatan dengan istana kerajaan dan keindahan Gunung Inwang yang berdiri megah di belakang kawasan ini. Hasilnya? Seochon berkembang menjadi lingkungan yang indah dan kaya budaya. Seochon punya luas sekitar 57.000 meter persegi dan terdiri dari belasan sub kawasan atau yang disebut dengan dong, salah satunya adalah Nuha-dong.
Kebanyakan pengunjung melewatkan Nuha-dong begitu saja, terlalu terpukau dengan keramaian yang ada di jalan Stasiun Gyeongbokgung. Padahal, gang kecil yang tenang inilah yang justru menyimpan kejutan paling menarik.
Apa Itu Nuha-Dong?
Di antara semua dong di Seochon, Nuha-Dong punya karakter yang paling unik. Nama “Nuha” sendiri dipercaya berasal dari nama sebuah paviliun tua yang pernah berdiri di kawasan ini. Selama berabad-abad, kawasan ini dipenuhi oleh hanok, yaitu rumah tradisional Korea yang dibangun dari kayu, batu, dan atap genteng melengkung khas Korea.
Hanok itu sangat menarik lho. Konsep rumah-rumah ini dirancang agar menyatu dengan alam. Makanya, tinggal di area ini seperti hidup dalam keseimbangan antara manusia dan lingkungan sekitarnya.
Dan yang bikin makin keren? Meskipun kota Seoul terus mengalami modernisasi dengan cepat, banyak hanok di Noha-dong masih dipertahankan dan direstorasi sampai sekarang. Bukan hanya dipajang sebagai museum, tapi benar-benar masih dipakai sebagai tempat tinggal. Sebagian hanok di sini masih jadi tempat tinggal warga lokal, sebagian lainnya berubah jadi kafe cozy, penginapan autentik, galeri seni, sampai toko kreatif milik seniman setempat. Menarik bukan?
Baca juga: Keunikan Kesenian Tradisional Korea yang Bertahan di Era Modern
Apa saja yang ada di Nuha-dong, Seochon?
Selain dikelilingi rumah-rumah tua yang cantik dan gang-gang yang kecil, Nuha-dong juga menawarkan berbagai tempat yang tidak kalah bagusnya lho. Yuk kita telusuri tempat-tempatnya!
-
Yeonghwaru
Pertama-tama, kita akan membahas salah satu tempat makan yang ada di sini, yaitu Yeonghwaru. Restoran legendaris yang satu ini telah menyajikan makanan selama lebih dari 60 tahun dan sampai sekarang masih setia mempertahankan suasana retro-nya. Menu andalannya adalah masakan klasik Korea-Cina seperti jjajangmyeon (짜장면) dan jjamppong (짬뽕). Tapi kalau Cationers mau pesan yang paling ikonik, coba gochu gan jjajang (고추간짜장), versi jjajang yang sedikit pedas. Percaya deh, sekali coba, Cationers bakal ngerti kenapa restoran ini bisa bertahan lebih dari setengah abad!
-
Toko Buku Dae-oh

Kalau Cationers suka menelusuri gang-gang kecil di Seoul, jangan lupa mampir ke Nuha-dong dan temukan hidden gem yang satu ini. Berdiri sejak tahun 1951, inilah toko buku tertua di Seoul! Dari luar, bangunannya mungkin tampak sederhana. Tapi begitu Cationers masuk, suasananya langsung berubah. Rak-rak buku bekas berbahasa Korea, barang-barang antik bersejarah, dan foto-foto yang sudah lama berjejer di dinding akan menyambut kalian
Nah, tau gak Cationers? Toko ini dulu pernah menjadi salah satu spot foto paling hits lho! Bagi para fans K-pop, mungkin beberapa di antara kalian sudah familiar dengan toko buku ini. Mengapa? Karena pintu halaman belakang toko ini pernah muncul di salah satu cover album IU, penyanyi paling ikonik Korea Selatan. Selain itu, RM BTS dan Twice juga dikabarkan pernah berkunjung ke toko ini. Wow, keren ya! Kejadian inilah yang langsung menjadikan Dae-oh sebagai destinasi wajib untuk para penggemar K-pop yang ingin merasakan nuansa berbeda dari sekadar kafe bertema idol.
-
Rumah & Atelier Yi Sang-bom
Cationers penasaran gak, seperti apa rasanya masuk ke rumah seorang seniman besar? Iya, rumah sungguhan, bukan museum! Jika iya, kunjungi rumah sekaligus atelier mendiang Yi Sang-bom, pelukis legendaris Korea Selatan yang tinggal di sini dari tahun 1942 hingga wafat pada 1972. Kini, tempat ini berstatus sebagai situs warisan budaya resmi Korea dan dibuka bebas untuk umum, lengkap dengan furnitur serta dekorasi aslinya yang masih terjaga. Yang paling menarik adalah studio lukis di dalam rumah ini. Di sana, Cationers bisa melihat langsung peralatan melukis, lukisan tinta, sketsa, hingga arsip karya seni yang tersimpan rapi.
Baca juga: Mengenal Camilan Tradisional Korea: Makanan Manis dan Gurih yang Ada di Korea Selatan
Mau Explore Korea Lebih Dalam Lagi?
Nah, itu dia Cationers, tempat tersembunyi di Seoul yang menyimpan sejarah, budaya, dan cerita yang sayang banget untuk dilewatkan. Nuha-dong bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, tetapi kawasan ini merupakan salah satu jendela untuk memahami kehidupan masyarakat Korea. Mulai dari restoran mi yang berusia 60 tahun hingga toko buku kuno yang estetik, semuanya mencerminkan integrasi budaya Korea di tengah pergerakan global ini. Mengenal budaya Korea bisa dimulai dengan sekadar berjalan-jalan di gang yang tenang, lalu berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar, seperti rasa ingin tahu tentang bahasanya, impian untuk belajar di universitas Korea, atau bahkan rencana untuk membangun karier di Korea. Kalau artikel ini bikin Cationers makin penasaran sama Korea Selatan dan pengen pengalaman yang lebih nyata, mungkin sudah saatnya kalian belajar langsung di sana!
Hellocation Korea siap membantu perjalananmu dari awal sampai akhir, mulai dari kursus bahasa Korea, pengurusan dokumen apostille, sampai bimbingan pendaftaran beasiswa. Semuanya bisa kamu akses dengan mudah bareng kami. Yuk, mulai petualanganmu ke Negeri Ginseng bareng Hellocation Korea. See you there, Cationers!
