Juni 4, 2026
Dari Dessert Viral ke Sayur Segar, Bomdong Bibimbap Jadi Tren Kuliner Baru di Korea
Sumber: gyeonggido-korea.com

Annyeong, Cationers!

Belum lama ini, pengguna media sosial Korea ramai membicarakan dessert manis seperti Dubai chewy cookie. Tapi sekarang, tren kuliner justru beralih ke sesuatu yang jauh lebih sederhana dan sehat.

Namanya bomdong bibimbap, hidangan nasi campur dengan kubis musim semi khas Korea yang tiba-tiba jadi favorit banyak orang.

Apa Itu Bomdong Bibimbap?

Secara sederhana, bomdong bibimbap adalah versi bibimbap yang menggunakan bomdong (kubis musim semi) sebagai bahan utama. Hidangan ini terdiri dari nasi hangat yang dipadukan dengan sayuran berbumbu, lalu ditambah gochujang (pasta cabai), minyak wijen, dan topping seperti telur.

Bomdong sendiri merupakan jenis kubis yang tumbuh di akhir musim dingin hingga awal musim semi, terutama di wilayah pesisir selatan Korea. Sayuran ini punya tekstur renyah dan rasa yang cenderung manis, apalagi saat dipanen antara Januari hingga Maret.

Baca juga: Mengenal Camilan Tradisional Korea: Makanan Manis dan Gurih yang Ada di Korea Selatan

Kenapa Bisa Viral?

Menariknya, tren ini bukan muncul dari restoran mewah atau chef terkenal, tapi dari cuplikan acara variety show Korea tahun 2008, “2 Days & 1 Night”. Dalam klip tersebut, Kang Ho-dong menikmati hidangan sederhana ini dalam porsi besar. Video lama itu kembali viral dengan lebih dari 5 juta penayangan, sementara pencarian kubis musim semi di Google Trends memuncak pada 28 Februari. Tren ini juga didorong oleh konten pendek di YouTube dan Instagram, sehingga hidangan ini cepat dikenal luas.

Dari Dessert Viral ke Sayur Segar, Bomdong Bibimbap Jadi Tren Kuliner Baru di Korea
Sumber: KBS YouTube

Peralihan dari Dessert ke Makanan Sehat

Salah satu alasan utama popularitas bomdong bibimbap adalah perubahan preferensi masyarakat. Setelah tren dessert tinggi gula seperti Dubai chewy cookie muncul, banyak orang mulai mencari makanan yang lebih sehat, ringan, dan mudah dibuat. Sebagai perbandingan, satu kukis viral bisa mengandung hingga 600 kalori. Sementara itu, Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corp. mencatat bahwa bomdong hanya mengandung sekitar 23 kalori per 100 gram, tetapi tetap kaya vitamin C, kalsium, dan mineral.

Bomdong bibimbap tidak hanya menarik karena menyehatkan, tetapi juga karena menggunakan bahan sederhana, mudah dibuat di rumah, dan memiliki cita rasa segar khas musim semi.

Tren bomdong bibimbap ini memberikan dampak nyata pada pasar. Berdasarkan data Korea Agricultural Marketing Information Service (KAMIS), harga grosir rata-rata 15 kilogram kubis muda premium di Garak Market Seoul mencapai 36.281 won (Rp402.977,06) pada 28 Februari. Angka ini meningkat sekitar 60 persen dari 22.618 won pada 3 Januari. Di sisi lain, industri ritel pun bergerak cepat memanfaatkan momentum ini. Jaringan convenience store GS25 baru saja merilis menu kotak makan siang bomdong bibimbap. Langkah ini menjawab minat konsumen muda yang tertarik pada bahan musiman setelah melihat tren di platform daring.

Dari Dessert Viral ke Sayur Segar, Bomdong Bibimbap Jadi Tren Kuliner Baru di Korea
Sumber: kimcmarket.com

Baca juga: Fakta Kimchi Sebagai Produk Budaya Populer

Tren yang Cepat Berubah

Tren kuliner di Korea memang dikenal cepat berubah. Dari dessert viral ke hidangan rumahan berbahan sayur, pergeseran ini menunjukkan selera masyarakat bisa berubah cepat. Perubahan ini dipengaruhi media sosial, nostalgia, dan gaya hidup sehat.

Bomdong bibimbap jadi bukti kalau makanan sederhana pun bisa jadi tren besar. Bukan soal tampilannya yang mewah, tapi bagaimana hidangan ini relevan dengan gaya hidup sekarang lebih sehat, praktis, dan tetap lezat. Kalau tren ini terus berkembang, bukan nggak mungkin bomdong bibimbap bakal jadi salah satu menu Korea yang mendunia, menyusul popularitas bibimbap klasik sebelumnya.

Nah, kalau Cationers tertarik mengenal lebih dekat apa yang sedang populer di Korea Selatan, jangan lupa pantengin terus berbagai informasi menarik seputar budaya dan pendidikan di Korea Selatan hanya di website Hellocation. Jangan lupa juga untuk follow Instagram @hellocationkorea biar nggak ketinggalan update terbaru seputar Korea Selatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *