Kasus sekte sesat di Korea kian muncul ke permukaan. Dengan booming-nya tayangan serial Netflix berjudul In the Name of God: A Holy Betrayal, seluruh dunia digemparkan dengan berbagai fakta yang terkuak seputar aliran sesat yang ada di Korea, khususnya Korea Selatan. Di negara Asia sendiri, aliran sesat menjadi salah satu topik yang sensitif bagi sebagian besar masyarakat.
Beberapa pakar bahkan menyatakan bahwa jumlah aliran sesat di Korea Selatan diperkirakan mencapai ratusan. Tidak sedikit pula mereka yang dibawa ke jalur hukum akibat aliran atau ajaran yang melenceng dari norma-norma kehidupan.
Yuk cari tau kenapa Korea bisa sampai menjadi sarang aliran sekte sesat dan fakta-fakta menarik lainnya di artikel ini!
Baca juga: Tips Lolos Beasiswa ke Korea Selatan
Bagaimana suatu aliran dapat dinilai menyesatkan?
Sebelum melangkah lebih jauh, Cationers harus tau dulu nih ciri-ciri aliran yang tergolong menyesatkan. Mayoritas aliran sesat ini ditandai dengan adanya tindakan kekerasan atau yang melanggar norma hukum dan kemanusiaan.
Biasanya di Korea Selatan, sekte sesat terindikasi terlibat dalam penipuan, pencucian otak, pemaksaan, kejahatan seksual, dan aktivitas lainnya yang terkait dengan kultus/aliran di seluruh dunia.

Kenapa banyak aliran sekte sesat di Korea?
Sekte sesat di Korea diyakini sudah terbentuk dan mulai menyebar sejak tahun 1950-an saat masa pendudukan Jepang. Kehadiran suatu sekte menjadi salah satu pengharapan masyarakat Korea yang saat itu dilanda situasi yang tidak stabil dan penuh penderitaan,
Bahkan kala itu terdapat beberapa oknum yang mengaku sebagai Messiah dan memiliki pengikut. Aliran sesat tersebut kian populer seiring berjalannya waktu.
Faktor budaya juga menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap penyebaran aliran ini. Sifat orang Korea yang tidak individualistis juga mendorong maraknya anggota pada sekte tertentu. Kebanyakan aliran sesat di Korea juga memperoleh pengikut dari lingkungan keluarganya.
Bagaimana perkembangan sekte sesat di Korea sekarang?
Di zaman yang semakin maju dengan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, sekte sesat di Korea masih terus beroperasi. Bahkan, banyak orang yang semakin terbuka dengan keikutsertaannya dalam aliran tersebut.
Namun tidak sedikit pula mereka yang menentang adanya sekte sesat di Korea dikarenakan terdapat unsur yang melenceng serta kekerasan. Maka dari itu, banyak masyarakat yang memilih untuk tidak memiliki agama/menjadi atheis.
Sensus tahun 2015 mencatat lebih dari setengah penduduk Korea Selatan memilih untuk menyelaraskan diri tanpa afiliasi agama. Bahkan terdapat banyak selebriti Korea yang tidak memiliki agama, seperti Lee Min Ho, Wendy Red Velvet, RM BTS, Heechul Super Junior, B.I, dan masih banyak lagi.

Baca juga: 4 Jalur Pendaftaran Beasiswa di Korea Selatan
Nah, itu dia Cationers fakta menarik terkait aliran sesat yang ada di Korea Selatan. Bagi kamu yang mau bepergian atau menetap di Negeri Ginseng ini, sebaiknya berhati-hati saat bertemu dengan orang asing yang mengajak untuk ikut aliran/kepercayaan tertentu yaa!
Kamu mau tau lebih banyak tentang fakta menarik lainnya atau informasi terkait beasiswa dan budaya Korea? Kunjungi Instagram Hellocation.id atau baca artikel lainnya di laman Hellocation.
