
Annyeong Cationers!
Pernahkah kamu mendengar bahwa ada satu hari dalam satu tahun di Korea Selatan yang mampu membuat Negeri Ginseng ini seolah berhenti sementara? Yaps, itu benar adanya, lho! Hal tersebut terjadi saat CSAT (College Scholastic Ability Test). Lalu, apa sih CSAT, kapan pelaksanaannya, dan kenapa bisa membuat Korea Selatan seolah berhenti? Yuk simak artikelnya sampai akhir!
Baca juga: Persaingan Pendidikan Semakin Ketat: Hagwon Jadi Pilihan demi Masuk Kampus Impian
Mengenal CSAT (College Scholastic Ability Test)
Cationers! CSAT atau College Scholastic Ability atau akrab disebut suneung adalah ujian yang dilaksanakan untuk masuk perguruan tinggi. Jika di Indonesia, ujian ini hampir sama seperti UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) atau SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes). Nah, bagi masyarakat Korea Selatan ujian ini sangat penting untuk masa depan siswa-siswi yang baru lulus SMA. CSAT sendiri pertama kali ada pada 1994 sebagai alat ukur untuk mengukur kesiapan para siswa menghadapi dunia perkuliahan. Mata pelajaran yang menjadi ujian meliputi mata pelajaran wajib dan pilihan. Mata pelajaran wajib antara lain, Bahasa Korea, Matematika, Bahasa Inggris, dan Sejarah Korea. Sementara, untuk bagian pilihannya sendiri, antara lain sains, sosial, atau vokasi, sesuai pilihan, minat, dan kemampuan para siswa.
Detail CSAT (College Scholastic Ability Test) 2025
Cationers! Penyelenggaraan CSAT selalu pada bulan November setiap tahun, lho. Pelaksanaan CSAT tahun 2025 ini tepat pada 13 November, pukul 08.40 hingga 17.45 waktu Korea Selatan. Pada tahun 2025, peserta CSAT mengalami kenaikan peserta dari tahun lalu sebanyak 31.504 peserta. Sehingga jumlah peserta CSAT tahun 2025 menjadi 554.174 peserta. Pelaksanaan CSAT ada di 1.310 pusat ujian yang tersebar di 85 distrik di seluruh negeri.
Fakta Menarik CSAT yang Mampu Membuat Korea Selatan Berhenti Sementara
Cationers, betul adanya bahwa ujian ini adalah ujian penting yang berkaitan langsung dengan masa depan para siswa. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pemerintah, transportasi umum, pedagang, hingga masyarakat biasa menaruh perhatian penuh agar ujian ini bisa berjalan lancar dan tidak ada gangguan sama sekali. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Korea Selatan meluncurkan “Langkah-Langkah Dukungan Untuk Penyelenggaraan CSAT 2025”.
Kementerian Pendidikan akan meminta bantuan dan kerjasama instansi pemerintah dan juga para pedagang untuk menyesuaikan jam kerja mereka agar tidak menimbulkan kemacetan yang berkemungkinan membuat para siswa terlambat datang ke ujian. Bahkan, Kementerian Pendidikan juga mengerahkan kendaraan darurat dan kepolisian untuk memudahkan pergerakan peserta ujian di sepanjang rute peserta. Selain itu, mereka juga membatasi akses kendaraan dalam radius 200 meter dari lokasi ujian untuk mencegah kebisingan kendaraan. Hebatnya lagi, kereta bawah tanah juga ikut menyesuaikan jam ujian agar bisa mengantarkan peserta ujian.
Tidak berhenti disitu, pada sesi “listening” dalam ujian Bahasa Inggris, lepas landas pesawat dan juga helikopter akan menyesuaikan supaya tidak mengganggu proses “mendengarkan” para peserta. Kementerian Pendidikan sudah menyiapkan banyak hal untuk menunjang ujian ini agar berjalan lancar, mulai dari yang sudah ada di atas, ramalan cuaca H-6 ujian, hingga antisipasi bencana alam yang mungkin terjadi.
Jadi, itulah kenapa ketika CSAT, Korea Selatan seolah berhenti sementara. Cationers, keren banget kan pemerintah dan juga masyarakat Korea Selatan dalam mendukung pendidikan siswa-siswanya? Kira-kira Indonesia perlu meniru kesigapan Korea Selatan dalam hal pendidikan juga nggak nih? Yuk komen di bawah!
Jangan lupa untuk follow Instagram @hellocationkorea biar tahu lebih banyak informasi tentang Korea Selatan, mulai dari trivia, edukasi, beasiswa, dan lainnya!
