Juni 4, 2026
Sumber: tvN

Seorang siswa tentu selalu ingin meraih impian untuk masuk perguruan tinggi bergengsi. Sama halnya di Korea Selatan, persaingan masuk universitas ternama seperti Seoul National University, Korea University, hingga Yonsei University sangat ketat.

Kondisi tersebut membuat para orang tua rela menggelontorkan dana sangat tinggi agar sang anak dapat mengikuti kelas tambahan di Hagwon. Lembaga bimbingan akademik swasta ini menawarkan berbagai program intensif, mulai dari matematika, bahasa Inggris, hingga sains. 

Baca Juga: Panduan Daftar Kerja di Jepang

Mengenal Ragam Jenis Hagwon dan Biayanya

1. Single Subject Hagwons/Dangwa Hagwon (단과학원)

Sesuai dengan namanya, program  Dangwa Hagwon ini memberikan layanan bimbingan belajar hanya untuk satu mata pelajaran wajib yang bebas dipilih sesuai dengan minat siswa. Jenis Hagwon ini menawarkan biaya yang relatif lebih terjangkau, sekitar 300 ribu Won per bulan.

2. University Entrance Exam Hagwons/Ipshi Hagwon (입시학원)

Di program ini, siswa mendapatkan bimbingan intensif dari guru profesional untuk semua mata pelajaran wajib yang masuk dalam ujian CSAT. Pihak Hagwon biasanya membagi kelas berdasarkan kemampuan atau nilai siswa, sehingga setiap peserta dapat belajar sesuai tingkat penguasaan mereka, dengan harga sekitar 400 ribu Won – 500 ribu Won per bulan.

(Note: Harga diatas dapat bervariasi tergantung lokasi, reputasi, serta popularitas guru dan lembaga penyelenggara)

Baca Juga: Rasakan Pesona Musim Gugur di Korea Lewat AYFN Autumn Korean Culture Camp 2025, Fully Funded!

Kelas-kelas yang ada di Hagwon ini sendiri biasanya dilakukan hingga larut malam setelah jam sekolah telah usai.  Tak sedikit siswa menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk belajar, demi meraih nilai memuaskan dalam ujian masuk perguruan tinggi nasional College Scholastic Ability Test (CSAT).

Fenomena Hagwon menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Hagwon dianggap oleh banyak orang sebagai sarana yang membantu siswa meningkatkan prestasi di sekolah dan memperbesar peluang diterima di universitas terbaik.

Namun, di sisi lain, biaya tinggi dan jam belajar yang panjang menimbulkan kekhawatiran. Tidak semua keluarga mampu membiayai program ini, sehingga tak jarang orang tua harus mengambil langkah untuk pindah ke apartemen yang lebih kecil, demi memastikan sang anak tetap bisa mengikuti Hagwon.

Pemerintah Korea Selatan awalnya sempat membuat kebijakan pengurangan jam operasional Hagwon agar beban belajar siswa dapat berkurang. Sayangnya, kebijakan ini tak sejalan dengan kenyataan di lapangan, karena para orang tua masih memiliki minat tinggi terhadap program kelas tambahan.

Cationers, menurutmu, apakah belajar di Hagwon benar-benar membantu siswa meraih prestasi atau justru menambah beban? Tulis pendapatmu di kolom komentar yaa! Jangan lupa follow Instagram @hellocationkorea dan blog hellocation untuk dapatkan informasi menarik lainnya! Knowledge is valuable, but a healthy mind is priceless~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *