Annyeong, Cationers!
Pernah terbayang jadi perwakilan termuda negara di ajang olimpiade dunia?
Hal itu bukan sekadar mimpi bagi Yoon Hye-won, siswi kelas dua SMP Putri Sookmyung asal Korea Selatan. Di usianya yang baru 14 tahun, ia sukses menorehkan sejarah sebagai peraih medali emas termuda dari negaranya di Olimpiade Matematika Internasional (IMO) 2025 di Australia.
Penasaran dengan kisah Hye-Won? Simak sampai akhir!
Baca juga: 4 Fakta Hubungan Sosial Siswa Berprestasi Akademik Tinggi di Korea Selatan!

Olimpiade Matematika Internasional (IMO)
Olimpiade Matematika Internasional (IMO) dikenal sebagai ajang bergengsi sekaligus wadah latihan para calon matematikawan dan ilmuwan muda dunia. Di sini, siswa berbakat di bawah usia 20 tahun dari berbagai negara berkompetisi memecahkan enam soal super menantang. Dalam IMO ke-66 tahun 2025 yang diadakan pada 10–20 Juli di Sunshine Coast, Australia, enam anggota tim Korea Selatan berhasil meraih medali dan menempati peringkat ketiga dunia, dengan total skor 203 poin, setelah Tiongkok (231 poin) dan Amerika Serikat (216 poin).
Namun, hasil IMO tahun ini berhasil menarik perhatian komunitas ilmiah pada satu sosok istimewa. Jika biasanya tim Korea diisi oleh siswa laki-laki dari Seoul Science High School, tahun ini, seorang siswi sekolah menengah pertama berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas. Tak hanya itu, ia juga menjadi perwakilan perempuan pertama dari Korea Selatan dalam delapan tahun terakhir. Ia adalah Yoon Hye-won (14 tahun), siswi kelas dua di Sookmyung Girls’ Middle School, Seoul. Dalam wawancara dengan surat kabar Chosun pada Juli 2025, Yoon Hye-Won menyampaikan, “Saya sangat senang bisa meraih hasil luar biasa sebagai perwakilan nasional, meskipun masih SMP. Ke depan, saya ingin melakukan penelitian di bidang matematika dan sains yang bisa membantu orang lain yang membutuhkan.”
Awal Perjalanan
Sejak kecil, Yoon Hye-won sudah menikmati bermain dengan angka. Ia mulai menemukan keindahan matematika saat masih di sekolah dasar. Ia menyadari bahwa jarak antara bilangan kuadrat seperti 1, 4, dan 9 ternyata membentuk deret bilangan ganjil berurutan. Hal itu yang membuat gadis 14 tahun ini tertarik untuk mempelajari angka lebih dalam. “Waktu kelas enam, saya pernah menghabiskan tiga jam hanya untuk memecahkan satu soal sulit, dan rasa puas ketika akhirnya berhasil itu benar-benar tak terlupakan,” ujarnya.
Dilansir dari JoongAng, Yoon Hye-Won juga mengenang momen yang mengubah pandangannya terhadap matematika. “Saya masih ingat betapa senangnya saat berhasil menyelesaikan soal sulit di kelas enam setelah berjuang lebih dari tiga jam. Mungkin sejak saat itu saya benar-benar jatuh cinta pada matematika.”
Yoon Hye-won menjadikan Marie Curie, ilmuwan Polandia-Prancis peraih dua Hadiah Nobel, sebagai panutannya. Ia mengagumi bagaimana Curie meneliti radioaktivitas hingga berhasil meletakkan dasar bagi pengobatan kanker modern. Ia juga terinspirasi oleh semangat Curie yang menciptakan kendaraan sinar-X bergerak selama Perang Dunia I dan menggunakannya untuk merawat para korban di medan perang. Terinspirasi dari hal itu, Yoon bertekad menjadi ilmuwan yang bisa membantu banyak orang. Dalam waktu dekat, ia menargetkan untuk kembali berkompetisi di IMO dan meraih juara pertama, baik secara individu maupun sebagai bagian dari tim Korea Selatan.
Peran Keluarga
Yoon Hye-won mengaitkan kemampuannya dalam matematika dengan rutinitas belajar bersama keluarganya setiap malam di ruang tamu. Di rumahnya, ruang tamu dilengkapi meja panjang dan dua papan tulis besar. Yoon Hye-Won bersama dua saudara perempuannya akan saling menjelaskan pelajaran yang mereka dapat di sekolah dan menghabiskan waktu berjam-jam membahas soal-soal yang belum terpecahkan. Ayah Yoon berperan penting dalam menjadikan matematika sebagai hobinya. “Dulu kami bermain video game, tetapi ketika kakak perempuan saya masuk SMP, itu menjadi waktu untuk mengulang apa yang kami pelajari hari itu. Rasanya seperti permainan yang menyenangkan bagi keluarga,” kata Yoon Hye-Won.
Keluarga Yoon akan menuliskan soal-soal yang sulit di papan tulis dan mendiskusikan solusi serta titik-titik kesulitan yang mereka temui. Setelah soal ditulis, kedua saudari itu akan tetap di papan tulis selama berjam-jam, bahkan berhari-hari, hingga berhasil menemukan jawaban sendiri. Selama proses ini, sang ayah kerap menanyakan kepada putri-putrinya alasan di balik cara berpikir mereka dan mendorong mereka untuk memahami konsep secara mendalam.
Di antara peserta IMO, diketahui bahwa Yoon Hye-Won belajar matematika semata-mata untuk kesenangannya sendiri. Profesor Yoo Ho-seok dari Universitas Sejong, yang juga menjabat sebagai ketua delegasi Korea untuk IMO, menceritakan, bahwa belakangan Yoon begitu asyik dengan matematika hingga bahkan tidak menonton YouTube, berbeda dengan mahasiswa lain.
Saat ini, Yoon Hye-Won tengah mempersiapkan diri untuk masuk SMA khusus siswa berbakat. Ia mengaku kurang tertarik dengan jalur sekolah kedokteran, yang biasanya menjadi pilihan bagi siswa berprestasi. “Saya dengar sekolah kedokteran banyak menghafal, tapi saya rasa saya tidak terlalu mahir,” ujarnya sambil tertawa. Ia menambahkan, “Saya selalu berpikir bahwa karena saya memiliki lingkungan belajar yang kondusif, saya seharusnya tidak hanya belajar untuk mencari nafkah yang baik, tetapi juga berharap orang lain bisa merasakan lingkungan yang sama. Saya ingin mengembangkan kecerdasan buatan (AI) yang terjangkau agar orang lain dapat menggunakannya.”
Baca juga: Rekomendasi Jurusan Kuliah Terbaik untuk Calon CEO Muda
Dari papan tulis rumah hingga panggung Olimpiade Matematika Internasional, perjalanan Yoon Hye-won membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia. Ia tidak hanya menginspirasi sesama pelajar dengan kecintaannya pada matematika, tetapi juga menunjukkan bahwa belajar bisa menyenangkan.
Cationers! Gimana menurutmu kisah Yoon Hye-Won yang jatuh cinta dengan matematika ini? Kalau Yoon Hye-Won bisa menaklukkan dunia lewat matematika, apa yang ingin kamu capai dengan passion-mu? Ceritakan di kolom komentar!
Temukan inspirasi dari sosok inspiratif lainnya di blog hellocation.id dan follow instagram @hellocationkorea untuk fakta unik dan meranik seputar Korea Selatan!
