
Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Hasil akademik siswanya pun sering jadi panutan. Tapi di balik prestasi itu, ada sisi lain yang cukup mengejutkan: banyak pelajar Korea merasa kesepian dan kurang menikmati masa remajanya.
Menurut laporan Yonhap News (Koh, 2025), data dari PISA 2022 menunjukkan bahwa pelajar Korea usia 15 tahun meraih:
- Matematika: peringkat ke-2
- Sains: peringkat ke-2
- Membaca: peringkat ke-3
Pencapaian ini tentu tidak terjadi begitu saja. Menurut pendapat Kim Sujeong dari Hanam University:
“Ada kepercayaan kuat bahwa pendidikan bisa meningkatkan status sosial. Sistem bimbingan belajar juga sangat berkembang.”
— Kim Sujeong, Hanam University (wawancara pribadi, 7 Mei 2025)
Selanjutnya, kita juga bisa melihat faktor budaya yang lebih dalam dengan pandangan Yoon dari Dankook University:
“Korea sangat kompetitif. Banyak siswa dan orang tua mengorbankan segalanya demi masuk universitas top.”
— Yoon, Dankook University (wawancara pribadi, 7 Mei 2025)
Baca juga: 6 Fakta Menarik Sistem Pendidikan di Korea Selatan yang Bikin Penasaran
Data Non-Akademik Tertinggal?
Dari sisi non-akademik, datanya menunjukkan hal yang kontras:
- Seni liberal: ke-5 | Kreativitas: ke-9 | Ekspresi pikiran: ke-11
- Hubungan dengan teman: ke-36 dari 37 negara OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development)
- Orang tua: ke-12 | Guru: ke-1
- Kepercayaan: ke-2 | Empati: ke-12 | Kerja sama: ke-26
- Emosi: ke-12 | Ketahanan: ke-19
- Kemandirian: ke-2 | Subjektivitas: ke-20 | Otonomi: ke-33
- Kehidupan sehari-hari: ke-27 | Waktu santai: ke-36 | Karier: ke-29

Realita di lapangan pun memperkuat data tersebut. Menurut pendapat Park Sojeong dari Chungnam National University:
“Mereka seperti mesin pemecah soal. Yang ranking 1 boleh salah, yang rendah malah dipermalukan.”
— Park Sojeong, Chungnam National University (wawancara pribadi, 8 Mei 2025)
Yoon juga berpendapat bahwa banyak siswa belajar bukan karena minat pribadi, “Tapi karena tuntutan sosial.”
Di sisi lain, Jang Ahyun, mahasiswa jurusan Ilmu Laboratorium Medis dari wilayah Chungcheong, membagikan semangatnya yang hangat untuk semua pelajar:
“Semangat untuk semua pelajar di seluruh dunia! Belajar itu penting, tapi bukan segalanya. Mari kita bersenang-senang saat waktunya bermain, dan belajar sungguh-sungguh saat waktunya belajar!”
— Jang Ahyun, mahasiswi Ilmu Laboratorium Medis, Chungcheong (wawancara pribadi, Mei 2025)
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Semua narasumber sepakat — pendidikan harus lebih manusiawi, karena sistem pendidikan perlu memberi ruang untuk istirahat, empati, dan hubungan sosial yang sehat.
Cationers~ menurut kamu, pendidikan ideal itu seperti apa? Lebih baik fokus di akademik saja atau seimbang dengan kehidupan sosial dan emosional? Yuk, tulis pendapatmu di kolom komentar!
Jangan lupa untuk selalu ikuti blog hellocation.id juga instagram Hellocation ID dan Hellocation Korea untuk terus update dengan trivia menarik, sisi lain kehidupan di Korea, dan fakta-fakta unik yang mungkin belum kamu ketahui! Annyeong~
