Juli 22, 2026
Logo Kampus Merdeka

Sumber: https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/

Logo Kampus Merdeka
Sumber: https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/

Hai Cationers! Perkenalkan nama aku Indah Permatasari. Pada tahun 2022, alhamdulillah aku berhasil lulus beasiswa Bridging Course Magister di Luar Negeri dari Kemendikbud dan LPDP. Beasiswa persiapan studi ini sangat berpengaruh besar dalam kesiapanku lulus beasiswa magister luar negeri tahun ini yaitu Australia Awards Scholarship. Penasaran detailnya gimana? Yuk, simak sampai habis!

Apa itu Program Persiapan Studi (Bridging Course) Magister di Luar Negeri?

Beasiswa Bridging Course
Sumber: Instagram @bridgingcourseawardees

Bridging Course merupakan program non degree untuk lulusan S1 dari universitas di bawah naungan Kemendikbud, sehingga para lulusan S1 ini dapat mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi S2 di luar negeri dengan beasiswa apapun. Program beasiswa ini juga bersifat kompetitif karena hanya ditujukan untuk lulusan S1 yang memiliki potensi memadai untuk melanjutkan S2 dengan beasiswa.

Persyaratan Pendaftaran pada Tahun ini:

  1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI)
  2. Usia maksimal 27 tahun pada tahun mendaftar
  3. Mahasiswa aktif tingkat akhir program Sarjana di Indonesia yang sudah atau sedang mengerjakan tugas akhir
  4. Berkomitmen untuk melanjutkan studi S2
  5. Memiliki nilai IPK minimal sebesar 3.25
  6. Memiliki sertifikat resmi TOEFL ITP® (nilai min. 500) atau TOEFL iBT® (nilai min. 61), Duolingo (nilai min. 105) atau IELTS™ (nilai min. 6.0) yang masih berlaku
  7. Memiliki surat rekomendasi dari Ketua Jurusan/Dekan/ Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan/Rektor
  8. Tidak memiliki kegiatan yang dapat mengganggu keikutsertaan dalam program ini

Berkas yang Harus Pendaftar Unggah:

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Surat keterangan mahasiswa aktif
  3. Surat rekomendasi
  4. Transkrip nilai selama masa sarjana
  5. Sertifikat bahasa Inggris resmi yang masih berlaku
  6. Personal statement sebanyak 500 kata
  7. Surat komitmen mengikuti program ini (Template disediakan oleh Kemendikbud)

Fasilitas dari beasiswa ini:

  1. Gratis tes official IELTS Academic / TOEFL IBT sebanyak 2x
  2. Gratis les IELTS Academic / TOEFL IBT selama tiga bulan
  3. Uang bulanan selama 3 bulan
  4. Uang internet bulanan selama 3 bulan
  5. Pengenalan dan bimbingan beasiswa

Pengalaman Seleksi Administrasi Bridging Course Magister di Luar Negeri

Untuk seleksi administrasi dari Bridging Course Scholarship itu kuncinya adalah mengunggah berkas sesuai dengan persyaratan dan tentunya harus memiliki esai yang menarik. Esai untuk beasiswa ini harus bisa menjelaskan:

1. Pengalaman Akademik dan Pengabdian yang Sejalan dengan Bidang Studi yang Pendaftar Ajukan

Pengalaman akademik bisa menjelaskan secara singkat tentang jurusan S1 yaitu tentang apa yang telah dipelajari, seperti riset atau lomba apa saja yang pernah terlibat. Sedangkan untuk pengalaman pengabdian bisa menjelaskan kegiatan sosial seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), atau kegiatan organisasi di dalam kampus maupun diluar kampus yang sejalan dengan background S1 dan S2. Ingat! Harus sejalan, ya! Karena ini memperlihatkan konsistensi kita dalam akademik mapun pengabdian itu selaras.

Berdasarkan esai ku yang lulus tahun kemarin, tipsnya adalah hanya tuliskan satu pengalaman akademik dan satu pengalaman sosial, namun ditulis detail dengan metode STAR (Situation, Task, Action, Result). Sehingga apa yang dijelaskan di esai dapat memperlihatkan secara jelas, dampak perubahan apa yang telah kita buat, dalam konteks keilmuan kita dan juga pengabdian masyarakat secara terukur dan terstruktur.

2. Alasan Kenapa Negara Tujuan Merupakan Pilihan yang Terbaik

Dalam menentukan negara tujuan studi, ada beberapa alasan yang bisa kita jelaskan di dalam esai, yaitu:

  • Kurikulum dan fasilitas di negara manapun kampus tujuan
  • Bahasa yang akan kita gunakan selama kuliah
  • Perkembangan negara tersebut dalam bidang studi kita
  • Program kerjasama internasional antara Indonesia dan negara tujuan studi
  • Riset profesor yang sejalan dengan minat kita (khususnya master by research atau magister yang memiliki tugas akhir berupa penelitian)

3. Kenapa Harus Studi di Luar Negeri dan Beasiswa Apa yang Pendaftar Ajukan di Masa yang Akan Datang

Untuk mencari alasan kenapa harus di luar negeri, jangan fokus untuk menjelek-jelekan Indonesia karena negara lain itu tidak 100% lebih baik dari Indonesia. Namun, fokus saja untuk menjelaskan apa kelebihan bersekolah di luar negeri, seperti:

  • Ketersediaan mata kuliah spesifik dan fasilitas di kampus
  • Kesempatan melakukan magang dan riset
  • Kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing
  • Kesempatan untuk memperluas jejaring sosial secara internasional
  • Dapat membuka kolaborasi secara internasional

Kemudian dalam menentukan alasan beasiswa S2 yang kita inginkan, pertama-tama kita harus tahu dulu tujuan dari beasiswa Bridging Course dan pemberi dana beasiswa ini yaitu LPDP. Dimana pasti tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia dan menyelesaikan berbagai permasalahan di dalam negeri. Oleh karena itu, saranku adalah tulislah beasiswa LPDP atau beasiswa lain yang memang pada akhirnya harus kembali mengabdi ke Indonesia, walaupun kenyataannya rezeki dapat beasiswa itu diluar kuasa kita dan bisa saja di masa depan, kita mendapatkan beasiswa yang tidak mewajibkan untuk kembali ke Indonesia.

Setelah selesai melengkapi semua berkas, tolong jangan submit di waktu mepet karena bisa saja gagal terdaftar dan server error.

Pengalaman Seleksi Wawancara Bridging Course Magister di Luar Negeri

Setelah menunggu kurang lebih satu bulan, akan ada pemberitahuan lewat email dan juga WA dari panitia terkait. Di tahun 2022, total pendaftar adalah 937 orang, namun hanya 371 orang yang mendapat kesempatan untuk seleksi wawancara. Panitia seleksi akan membagi kelompok kandidat sesuai dengan nama pewawancara. Kemudian, satu pewawancara akan mewawancarai satu kandidat melalui Zoom meeting dengan Bahasa Inggris dan durasi maksimal 15 menit.

Sebenarnya untuk pertanyaan wawancara hanya mengulang apa yang telah kita tulis di esai, jadi pastikan lagi untuk membaca esai kita berkali-kali, agar apa yang kita jawab selama wawancara itu konsisten dengan apa yang telah ditulis. Karena bisa saja pewawancara memberikan pertanyaan menjebak sehingga kita terkecoh untuk memberikan jawaban yang berbeda dengan di esai kita.

Follow up question juga sangat mungkin kita dapatkan, pastikan juga mempersiapkan diri dengan matang untuk menjawab hal-hal yang masih rancu di esai kita, seperti di semester akhir saat S2 akan mengikuti magang, namun kita harus siap-siap jika ditanya: Magang dimana? Berapa lama? Posisi apa? Dari magang tersebut, mau pelajaran apa yang bisa kita ambil? Apakah kampus ataupun pihak beasiswa memperbolehkan mahasiswanya untuk magang? Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar siap menghadapinya.

Tips persiapan wawancara:

  • Membuat list pertanyaan wawancara dan juga jawabannya berdasarkan esai yang kita tulis (berupa poin saja, jangan berupa kalimat detail karena bisa saja ketika menjawab pertanyaan malah terlihat seperti menghafal jawaban)
  • Meminta teman atau awardee sebelumnya untuk mock up interview agar mendapatkan feedback dan juga dari sini kita akan lebih terbiasa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan spontan dari pewawancara
  • Berlatih di depan cermin
  • Berdoa, meminta restu orang tua dan rileks karena semakin kita tenang semakin lancar dan terlihat alami ketika menjawab pertanyaan
  • Jangan lupa latihan untuk tersenyum dan mengucapkan terima kasih setelah menerima pertanyaan dari pewawancara
  • Mengubah mindset bahwa pewawancara itu hanya mengetes kita bukan membenci atau merendahkan atau menyudutkan kita. Jadi jika ada pertanyaan kurang mengenakan dan aneh atau situasi wawancara membuat kita emosi, dengan mindset ini kita masih bisa mengendalikan emosi kita secara kondusif
  • Cari tempat kondusif untuk wawancara online dengan pencahayaan yang baik, karena biasanya ketika wawancara, kita harus memutar laptop 360 derajat
  • Periksa device yang akan digunakan, apakah kamera dan microfon berfungsi dengan baik atau tidak

Pengumuman Penerima Beasiswa Bridging Course Magister di Luar Negeri

Setelah hampir sebulan menunggu pengumuman akhir, alhamdulillah pada akhir bulan Agustus tahun 2022, resmi lulus beasiswa ini dengan total penerimaannya adalah 200 orang. Setelah penerimaan akan ada surat perjanjian yang harus ditandatangani di atas materai, pengisian data memilih jenis tes IELTS atau TOEFL IBT, dan pembagian kelas berdasarkan jenis tes yang akan diambil (satu Kelas 20 orang). Kelas biasanya akan diadakan malam ketika weekdays atau siang ketika weekend, jadi tergantung hari dan jam yang kita pilih. Dalam satu minggu akan ada tiga kelas (@2,5 jam) untuk kelas bahasa, untuk kelas persiapan beasiswa tidak dilakukan setiap minggu namun biasanya di weekend mulai dari pertengahan periode.

Untuk seluruh kegiatan kelas ini yang mengelola adalah pihak IIEF. Di pertengahan program ini akan ada tes IELTS/TOEFL IBT resmi dan setelah kelas tiga bulan berakhir akan ada tes resmi satu kali lagi. Pihak pemberi beasiswa juga akan memberikan dana transportasi dengan persyaratan ketat seperti tidak tersedianya test center Bahasa Inggris di kota asal awardee dan juga ada minimal kilometer jarak dari domisili ke tempat tes.

Baca Juga: Mengenal Group of Eight: Universitas Terbaik di Australia

Nah, itu dia pengalaman seleksi dan juga lulus menjadi penerima beasiswa Program Persiapan Studi (Bridging Course) Magister di Luar Negeri dari Kemendikbud dan LPDP. Bagi Cationers yang ingin update terus tentang info beasiswa terbaru, bisa follow @hellocation.id dan juga join Telegram Hellocation , ya! Yuk, kita bareng-bareng meraih mimpi studi di luar negeri bareng Hellocation! Sampai jumpa di Australia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *