Juli 7, 2026
Kampusnya Sama, Rankingnya Beda? Ini Alasan QS dan THE Bisa Berbeda!
Sumber: Pinterest

Annyeong, Cationers!

Pernah nggak sih kamu lihat satu kampus punya ranking tinggi di satu versi, tapi di versi lain malah lebih rendah? Hal ini juga terjadi pada banyak universitas di Korea Selatan. Di satu sisi, mereka bisa terlihat “top banget”, tapi di sisi lain, posisinya justru turun cukup jauh. Kok bisa, ya? Ternyata, perbedaan ini muncul karena ada dua sistem pemeringkatan yang sering digunakan, yaitu QS dan THE.

QS dan THE itu apa sih?

Quacquarelli Symonds (QS) adalah suatu lembaga yang membuat ranking kampus dunia. Mereka banyak menilai dari reputasi. Jadi kayak “kampus ini terkenal bagus nggak sih menurut akademisi?”. Sedangkan Times Higher Education (THE) ini juga yang membuat ranking kampus, tapi fokusnya berbeda. Mereka lebih melihat penelitian, misalnya jumlah riset, kualitas riset, dan pengaruhnya.

Setiap tahun, pemeringkatan universitas dunia seperti QS dan THE sering jadi acuan calon mahasiswa global. Namun, hasilnya tidak selalu sama, terutama untuk bidang seni dan humaniora. Beberapa universitas Korea bahkan bisa memiliki posisi yang cukup jauh berbeda di kedua ranking tersebut. Apa sebenarnya penyebabnya?

Baca juga: 3 Kampus di Korea Selatan Buka Program Studi S1 Khusus Mahasiswa Asing, Ada Jurusan tentang K-Pop Sampai Teknologi!

Perbedaan Metode Penilaian Jadi Penentu

Perbedaan hasil ranking muncul karena masing-masing lembaga menggunakan pendekatan penilaian yang tidak sama. Quacquarelli Symonds (QS) menempatkan reputasi akademik sebagai faktor utama dalam penilaian, dengan bobot sekitar 60%. Selain itu, mereka juga mempertimbangkan reputasi lulusan di dunia kerja sebesar 20%. Fokus ini membuat universitas yang sudah dikenal luas cenderung memperoleh posisi lebih tinggi.

Di sisi lain, Times Higher Education (THE) lebih mengutamakan kekuatan penelitian. Mereka memberi porsi terbesar pada reputasi riset (sekitar 30%), lalu menempatkan kualitas pengajaran di urutan berikutnya dengan bobot sekitar 25,3%. Perbedaan fokus tersebut membuat hasil pemeringkatan bisa terlihat tidak sejalan, meskipun universitas yang dinilai sama. Perbedaan ini juga menjelaskan mengapa hasil ranking bisa sangat bervariasi. Kampus dengan koneksi industri yang baik cenderung menonjol di QS, sementara yang unggul dalam penelitian lebih terlihat di THE.

Hasil Ranking yang Tidak Selalu Sejalan

Dalam pemeringkatan terbaru, Seoul National University tetap menjadi kampus di Korea Selatan dengan peringkat tertinggi di kedua sistem. Namun, posisinya cukup berbeda, sekitar peringkat 59 di QS dan berada di rentang 151–175 di THE. Hal serupa juga terjadi pada Yonsei University yang berada di peringkat 75 versi QS, tetapi turun ke rentang 176–200 dalam versi THE. Perbedaan ini menunjukkan bahwa hasil ranking tidak selalu sejalan, bahkan untuk universitas yang sama.

Persaingan posisi juga terlihat antara Korea University dan Sungkyunkwan University dalam bidang seni dan humaniora. Dalam pemeringkatan THE, Korea University berada di posisi keempat tertinggi di Korea. Sementara itu, dalam versi QS, Sungkyunkwan University menempati posisi keenam nasional dengan peringkat ke-242. Perbedaan ini menunjukkan bahwa hasil ranking bisa berubah tergantung pada sistem yang digunakan.

Salah satu faktor yang memengaruhi posisi Korea University di QS adalah skor reputasi pemberi kerja. Indikator ini memiliki bobot sekitar 20% dalam penilaian QS, tetapi tidak digunakan dalam THE. Korea University bahkan mencatat skor 74,8 untuk indikator tersebut, lebih tinggi melampaui Yonsei University yang memperoleh 71,7 poin.

Di sisi lain, posisi Sungkyunkwan University dalam QS dipengaruhi oleh nilai reputasi akademik yang relatif lebih rendah, yaitu 68,8 poin. Angka ini berada di bawah Ewha Womans University yang memperoleh 72,3 poin pada indikator yang sama.

Meski demikian, Sungkyunkwan University menunjukkan kekuatan pada aspek penelitian. Universitas ini mencatat skor 75,1 untuk sitasi per makalah dan 70,9 untuk Indeks H, yang mencerminkan produktivitas serta dampak penelitian. Nilai tersebut bahkan melampaui Hankuk University of Foreign Studies (HUFS), meskipun HUFS memiliki peringkat lebih tinggi dalam QS.

Namun, dalam sistem QS, indikator penelitian seperti sitasi dan Indeks H hanya memiliki bobot sekitar 7,5%, sehingga pengaruhnya terhadap peringkat akhir relatif terbatas. Sebaliknya, dalam pemeringkatan THE yang lebih berfokus pada penelitian, indikator tersebut justru menjadi faktor utama. Penilaian THE mencakup reputasi penelitian (30%), dampak sitasi (7,5%), pendapatan penelitian (3,6%), produktivitas penelitian (3,6%), serta pengaruh penelitian (2,5%). Hal inilah yang membuat Sungkyunkwan University dapat tampil lebih unggul dalam THE daripada dengan QS.

Baca juga: Disebut MIT Versi Korea, Begini Kerennya Sekolah AI di KAIST

Kampus Bisa “Naik” atau “Hilang”

Salah satu contoh yang cukup mencolok adalah Hankuk University of Foreign Studies (HUFS). Universitas ini berada di posisi kelima nasional versi QS dalam bidang seni dan humaniora, tetapi tidak tercantum dalam pemeringkatan THE.

Hal ini kemungkinan terjadi karena perbedaan kekuatan indikator. HUFS memiliki skor reputasi akademik yang tinggi, bahkan melampaui beberapa universitas lain seperti Hanyang University dalam penilaian QS. Namun, karena THE lebih menitikberatkan pada penelitian, posisi HUFS menjadi kurang terlihat dalam sistem tersebut.

Sebagai institusi yang memiliki kekuatan di bidang bahasa dan studi regional, HUFS menawarkan puluhan program bahasa asing dan terlibat dalam berbagai proyek pemerintah, termasuk program pengembangan bahasa asing strategis. Fokus ini memperkuat reputasi akademiknya, tetapi belum tentu memberikan dampak besar pada indikator penelitian yang menjadi prioritas THE.

“Daftar QS bidang seni dan humaniora baru-baru ini sangat penting karena menunjukkan bagaimana kami memperkuat daya saing kami di berbagai bidang akademik dan naik peringkat,” kata Jeong Seok-oh, kepala Kantor Perencanaan dan Koordinasi universitas. “Kami akan terus memperluas jaringan penelitian global kami dan menciptakan program interdisipliner.”

QS vs THE, Mana yang Lebih Terpercaya?

Perbedaan antara QS dan THE menunjukkan bahwa tidak ada satu sistem ranking yang bisa sepenuhnya menggambarkan kualitas sebuah universitas. Setiap pemeringkatan memiliki fokus dan pendekatan yang berbeda. QS lebih menonjolkan reputasi dan koneksi dengan dunia kerja, sementara THE lebih menekankan pada kekuatan penelitian dan kontribusi akademik.

Karena itu, penting untuk tidak hanya terpaku pada satu ranking saja. Calon mahasiswa sebaiknya mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti program studi, lingkungan belajar, hingga tujuan karier yang mereka inginkan. Karena pada akhirnya, kampus terbaik bukan hanya yang berada di peringkat tertinggi, tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan rencana masa depan masing-masing.

Nah, kalau Cationers punya rencana kuliah di Korea, pastikan kamu cari informasi yang lengkap mulai dari jurusan, sistem pembelajaran, sampai peluang karier ke depannya, ya. Yuk, eksplor lebih banyak info seputar kuliah dan beasiswa di Korea bareng Hellocation! Cationers juga bisa cek berbagai program dan kesempatan menarik lainnya yang bisa bantu kamu mewujudkan rencana studi ke luar negeri. Jangan lupa follow Instagram Hellocation Korea biar nggak ketinggalan update terbaru seputar Korea, mulai dari pendidikan, budaya, sampai berita seru lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *