Juni 28, 2026

Cationers, ternyata salah satu universitas top di Korea, KAIST, sering dijuluki sebagai MIT (Massachusetts Institute of Technology) versi Korea karena prestasinya yang cukup gemilang di bidang sains dan teknologi. Salah satu programnya yang paling mencuri perhatian adalah Kim Jaechul Graduate School of AI, yaitu sebuah program sekolah pascasarjana yang fokus mencetak talenta global yang berprestasi di bidang kecerdasan buatan (AI).

 

Sumber: m.dongascience.com/en/news/75513

Sekilas Tentang KAIST

KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology) merupakan institut sains dan teknologi pertama di Korea yang berdiri pada tahun 1971. Mulanya, KAIST merupakan sekolah Pascasarjana yang diisi oleh sejumlah anggota fakultas teknik dan sains Korea yang dididik di Amerika Serikat

KAIST berkembang cukup pesat dan mulai membuka program sarjana pada tahun 1986. KAIST sendiri memiliki tiga kampus, satu di Seoul dan dua di Daejeon. Uniknya, sampai hari ini KAIST masih mempertahankan jumlah mahasiswa pascasarjana yang lebih banyak daripada mahasiswa sarjana.

Nggak heran kalau KAIST sampai mendapat julukan ‘MIT versi Korea’ karena memang sangat berjasa bagi perkembangan teknologi dan sains di Korea. Berdasarkan data terbaru, KAIST berada di posisi ke-53 dalam QS World University Rankings 2025 dan peringkat ke-70 dalam Times Higher Education (THE) World University Rankings 2026. Gak cuma itu, ternyata lulusan KAIST diperkirakan menyumbang 20% ​​dari semua gelar doktor teknik dan 10% dari semua profesional teknik di Korea. Wah, keren banget ya Cationers!

Baca Juga: Raih Gelar Sarjana di Korea Selatan dengan Beasiswa KAIST

Mengenal Kim Jaechul Graduate School of AI

Kim Jaechul Graduate School of AI
Sumber: www.newstheai.com/

Berdiri pada tahun 2019, Kim Jaechul Graduate School of AI merupakan perguruan tinggi pertama di Korea. Kampus ini menawarkan gelar MS dan PhD di bidang kecerdasan buatan (AI). Menariknya, nama sekolah ini terinspirasi dari Kim Jae-chul, pendiri dan ketua kehormatan Dongwon Group. Atas jasa beliau yang telah menyumbangkan dana sebesar 50 miliar Won (sekitar Rp 580 miliar) untuk mendukung pengembangan AI di Korea. Sangat menginspirasi ya, Cationers!

Melalui Kim Jaechul Graduate School of AI, KAIST telah mencapai prestasi gemilang. Yakni, berhasil menduduki peringkat ke-5 di dunia dan di Asia dalam 5 tahun berturut-turut dalam publikasi riset di bidang teknologi. Beberapa artikel diterbitkan di ICML, NeurIPS, dan ICLR serta konferensi-konferensi pembelajaran mesin terkemuka lainnya. KAIST juga mendapat peringkat ke-18 dunia dalam bidang Robotika. Jadi, Cationers yang punya cita-cita menjadi ahli di bidang teknik, robotika dan kecerdasan buatan, bisa coba mendaftar di program spesial KAIST ini.

Baca Juga: Donasi Anonim Untuk Ilmuwan Muda KAIST Bernilai Fantastis

Cara Daftar Beasiswa ke KAIST

Cationers, ternyata KAIST juga menerima mahasiswa internasional melalui beasiswa, lho! Caranya kamu bisa ikuti alur pendaftarannya secara online di website resminya: https://univapply.kaist.ac.kr/interapply/

Gimana nih, Cationers? Kira-kira, pada tertarik buat daftar kuliah di KAIST? Jangan lupa follow Instagram Hellocation Korea untuk info beasiswa menarik lainnya ya! Yuk, wujudkan mimpimu bareng Hellocation!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *