Juni 4, 2026
Source: Pexels

Menurut laporan April 2023 dari Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga, diperkirakan ada 3,1 persen warga Korsel yang berusia antara 19-39 tahun yang masuk dalam kelompok kaum muda penyendiri dan tertutup, dilansir dari CNN (14/4/2023).

 

***

 

Annyeong Cationers!

 

Sebuah fakta unik datang dari Korea, lebih tepatnya dari sebuah benda bernama batu. Ya, batu yang hanya benda tak hidup, oleh sebagian masyarakat milenial justru dijadikan layaknya hewan peliharaan tempat berbagi cerita!

 

Memelihara batu bisa disebut sebagai tren yang menyebar di Korea Selatan, terkhusus di kalangan usia produktif yang umumnya tengah disibukan dengan karier mereka. Mengingat, Korea adalah negara dengan lembur terbanyak ke lima se-Asia (2022), hingga sangat mungkin untuk mengalami kelelahan juga kesepian.

 

Menurut mereka, memelihara hewan sungguhan seperti kucing, anjing dan lainnya itu merupakan sebuah tanggung jawab yang besar untuk diri yang ingin melepas penat. Banyak juga yang tak memiliki tempat untuk berbagi keluh kesah, hingga mengadopsi batu sebagai peliharaan dianggap sebagai jalan tengah.

 

Umumnya, mereka mendapatkan batu peliharaan dengan membeli di e-commerce senilai 150 ribu rupiah, yang kemudian dinamai dan dihias sesukanya sebagaimana merawat hewan peliharaan.

 

Baca juga: Magnet Kebudayaan Korea : Dampak Apa Saja yang Terjadi Karena Fenomena “Hallyu Wave” ?

Dari Mana Tren Berasal?

 

Tren ini mulai dikenal ketika aktor TV Korea Jeonghan dan DK memamerkan batu peliharaan kesayangannya, sehingga hal itu menginsipirasi orang-orang yang tak punya tempat bercerita untuk melakukan hal yang sama.

 

Seiring berjalannya waktu, tren ini semakin meningkat dengan berbagai faktor ketika virus COVID-19 melanda dunia, di mana tentunya banyak orang yang berdiam diri di rumah dan membuat mereka lebih stress dibandingkan menghabiskan waktu bekerja di kantor.

 

Baca juga: Sifat Di Balik Tipe Golongan Darah Menurut Masyarakat Korea

 

Pengakuan Dari Pengikut Tren

 

Jiyoung Sohn dari WSJ mengajak bicara pada salah seorang milenial yang melakukan aksi memelihara batu, dan dia bernama Koo Ah-young (33) yang beralasan bahwa dirinya kelelahan setelah memulai pekerjaan baru di Seoul, tetapi juga kesepian sehingga terbesitlah keinginan untuk memelihara batu karena tak punya teman untuk diajak berbagi.

 

Diketahui, bahwa Koo memberi nama batu peliharaannya sebagai Bang-bang-i, yang berarti “melompat dalam kebahagiaan”. Batu itu benar-benar dia jadikan teman bicara, dan bahkan membawanya pergi ke mana-mana.

 

Patrick dan Batunya

 

Tren ini unik gak sih, Cationers? Malah kalau dilihat, ini kaya versi nyata dari tokoh kartun Patrick yang juga pelihara batu, ya. Kira-kira, apa pendapat kamu soal tren ini? Yuk komen di bawah!

 

Oh iya, jangan lupa follow Ig: hellocationkorea buat tahu info seputar Korea. See youu ~

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *