
안녕, Cationers!
Ternyata, ada perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara yang cukup mengejutkan, loh! Bagi Cationers yang menyukai K-Pop, K-Drama, atau variety show Korea, pasti sudah nggak asing lagi dengan beberapa kosakata dan bahasa gaul dalam bahasa Korea. Mulai dari daebak, aigoo, hingga saranghae, sering terdengar dalam perbincangan sehari-hari para idol K-Pop dan tokoh drama Korea. Tapi pernah nggak Cationers kepikiran kalau bahasa Korea yang selama ini kita dengar sebenarnya cuma satu versi saja?
Yup, bahasa yang familiar di telinga kita adalah bahasa Korea Selatan. Lalu, bagaimana dengan Korea Utara? Apakah mereka berbicara dengan cara yang sama? Kalau orang Korea Selatan dan Korea Utara bertemu, apakah mereka bisa langsung nyambung saat ngobrol?
Nah, buat Cationers yang penasaran, artikel ini bakal jadi pembuka wawasan yang seru banget. Yuk cari tahu lebih jauh perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara dalam artikel ini!
Baca Juga: Belajar Nama Hari dan Bulan Bahasa Korea serta Cara Membacanya
Satu Bahasa, Dua Negara, Dua Versi
Pernah nggak Cationers membayangkan bagaimana rasanya kalau ada dua kelompok orang yang dulunya berbicara dengan bahasa yang sama harus hidup terpisah selama puluhan tahun? Apakah bahasa mereka akan tetap sama atau berubah? Hal inilah yang terjadi pada Korea Selatan dan Korea Utara. Sebelum Korea terpecah, masyarakat di kedua wilayah tersebut menggunakan bahasa yang sama. Namun, semenjak Korea berpisah pada tahun 1945 dan berlanjut dengan Perang Korea pada 1950–1953, kejadian tersebut mengakhiri hampir semua interaksi langsung antara kedua wilayah tersebut. Sejak saat itu, kedua wilayah ini mulai berjalan sendiri-sendiri. Di mana bagian utara di bawah pengaruh Uni Soviet dan bagian selatan di bawah pengaruh Amerika Serikat.
Perkembangan bahasa di Korea Selatan banyak dipengaruhi oleh globalisasi dan kata-kata serapan asing, terutama bahasa Inggris dan bahasa Barat lainnya. Sementara itu, Korea Utara cenderung membatasi pengaruh tersebut. Perubahan ini meletakkan dasar bagi apa yang kemudian menjadi perbedaan linguistik dalam bahasa Korea. Kira-kira, seberapa besar perbedaan bahasa yang muncul? Yuk, cari tahu jawabannya!
Nama yang Berbeda untuk Bahasa yang Sama
Mungkin belum banyak yang tahu, Cationers. Ternyata, Korea Selatan dan Korea Utara bahkan memiliki nama yang berbeda untuk menyebut bahasa mereka sendiri lho! Di Korea Selatan, bahasa nasional mereka disebut 한국어 (Hangugeo) yang berarti “bahasa negara Han/Korea”. Sementara itu, Korea Utara menyebutnya 조선어 (Joseoneo), merujuk pada Dinasti Joseon, kerajaan yang dulu pernah memerintah seluruh Semenanjung Korea selama lebih dari 500 tahun.
Sekilas, perbedaan ini mungkin terdengar sepele karena sama-sama merujuk pada bahasa Korea, ya! Namun, di balik perbedaan nama tersebut terdapat latar belakang sejarah yang menarik. Korea Selatan menggunakan istilah yang berasal dari nama resmi negaranya saat ini, sedangkan Korea Utara mempertahankan istilah yang berakar pada nama sejarah Korea sebelum era modern.
Perbedaan Bahasa Korea Selatan dan Korea Utara
1. Perbedaan Kosakata
Inilah salah satu perbedaan menarik antara Korea Selatan dan Korea Utara yang mulai terlihat. Bahasa Korea Selatan sangat terbuka terhadap kosakata serapan, terutama dari bahasa Inggris. Kata-kata ini disebut oeraeo (외래어) dan sudah menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Sementara itu, Korea Utara memiliki kebijakan kebahasaan yang ketat untuk menghindari kata-kata asing dan lebih mengutamakan kata-kata asli Korea (고유어, goyueo). Akibatnya, beberapa kata atau konsep yang sama bisa memiliki sebutan yang berbeda di kedua negara.
|
Korea Selatan |
Korea Utara |
Arti |
|
화장실 (Hwajangsil) |
위생실 (Wisaengsil) |
Toilet/Kamar mandi |
| 아이스크림 (Aiseukeurim) | 얼음보숭이 (Eoreumbosongi) |
Es krim |
|
컴퓨터 (Keompyuteo) |
전자계산기 (Jeonja gyesangi) |
Komputer |
|
비타민 (Bitamin) |
활력소 (Hwallyeokso) |
Vitamin |
|
친구 (chingu) |
동무 (dongmu) |
Teman |
|
도넛 (Do-neot) |
가락지빵 (Garakjibbang) | Donat |
| 우유 (Uyu) | 소젖 (Sojeot) |
Susu |
2. Perbedaan Aksen dan Pengucapan
Selain kosakata, cara berbicara orang Korea Selatan dan Korea Utara juga memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Bahasa standar Korea Selatan berbasis dialek Seoul, sementara bahasa standar Korea Utara berbasis dialek Pyongyang. Dalam bahasa Korea ada aturan pelafalan yang namanya 두음법칙 (Dueum Beopchik) atau yang bisa kita sebut “Hukum Bunyi Awal.”
Nah, di Korea Selatan, bunyi ㄹ di awal kata tidak digunakan dan otomatis berubah menjadi bunyi lain. Di Korea Utara, bunyi ㄹ di awal kata tetap dipertahankan dan diucapkan apa adanya.
|
Korea Utara |
Dibaca | Korea Selatan | Dibaca |
Arti |
|
로동 |
Rodong | 노동 | Nodong | Buruh/Tenaga kerja |
|
력사 |
Ryeoksa | 역사 | Yeoksa |
Sejarah |
| 녀자 | Nyeoja | 여자 | Yeoja |
Perempuan |
Lihat polanya, Cationers? Perbedaan pelafalan seperti inilah yang membuat cara berbicara di kedua negara Korea terdengar sedikit berbeda. Banyak orang menggambarkan bahasa Korea Utara terdengar lebih formal dan tegas, sementara bahasa Korea Selatan terdengar lebih santai dan lembut.
3. Tata Bahasa dan Sistem Honorifik
Kalau di Korea Selatan sistem honorifiknya masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari, Cationers! Cara bicara ke atasan, orang tua, atau bahkan pada orang yang baru kenal itu berbeda dengan cara bicara ke teman sebaya. Makanya nggak heran kalau belajar bahasa Korea, salah satu bagian yang paling bikin pusing adalah memahami kapan harus pakai jondaemal (존댓말, bahasa formal) dan kapan boleh pakai banmal (반말, bahasa santai).
Lalu bagaimana dengan Korea Utara? Berbeda dengan Korea Selatan yang masih sangat menonjolkan perbedaan tingkat kesopanan dalam percakapan sehari-hari, sistem honorifik di Korea Utara cenderung lebih sederhana. Meski begitu, bukan berarti masyarakat Korea Utara tidak mengenal bentuk penghormatan dalam berbahasa. Perbedaannya terletak pada bagaimana kesopanan dan hubungan sosial diekspresikan dalam komunikasi sehari-hari.
Beberapa penanda kesopanan yang masih umum di Korea Selatan, seperti akhiran -nim (님) atau -ssi (씨), dalam konteks tertentu tidak selalu digunakan di Korea Utara. Struktur kalimatnya pun cenderung lebih lugas dan langsung, tanpa terlalu banyak “basa-basi” yang biasa ditemukan di Korea Selatan. Jadi, meskipun kedua negara masih menggunakan dasar bahasa yang sama, perkembangan sosial dan budaya yang berbeda selama puluhan tahun telah membuat cara berbahasa masyarakat Korea Selatan dan Korea Utara memiliki karakteristik masing-masing.
4. Sistem Penulisan dan ejaan
Meskipun memiliki beberapa perbedaan, Korea Selatan dan Korea Utara sama-sama menggunakan Hangul (한글) sebagai sistem tulisan utama. Namun, Korea Selatan masih menggunakan Hanja (한자, aksara Tionghoa) dalam konteks tertentu, seperti dokumen hukum, akademik, atau untuk membedakan makna kata yang memiliki pengucapan yang sama.
Sebaliknya, Korea Utara tidak lagi menggunakan Hanja dalam kehidupan sehari-hari dan hanya mengandalkan Hangul sebagai sistem tulisan resmi. Hal ini merupakan bagian dari upaya memurnikan bahasa dari pengaruh budaya asing, termasuk pengaruh Tiongkok yang dianggap terlalu dominan dalam sejarah Korea.
Selain itu, terdapat beberapa perbedaan ejaan akibat kebijakan dan reformasi bahasa yang dilakukan masing-masing negara setelah berpisah. Karena itu, beberapa kata yang memiliki makna yang sama bisa ditulis atau diucapkan sedikit berbeda di Korea Selatan dan Korea Utara.
Baca Juga: Belajar Bahasa Korea: Cara Mudah Memahami Struktur Dasar untuk Pemula
Apakah Mereka Masih Bisa Saling Mengerti?
Nah, setelah melihat berbagai perbedaan tadi, mungkin muncul satu pertanyaan yang paling bikin kita penasaran. Apakah orang Korea Selatan dan Korea Utara masih bisa saling memahami saat berbicara? Jawabannya adalah bisa, tapi nggak selalu mulus! Maksudnya gimana ya?
Untuk percakapan sehari-hari yang sederhana, seperti menyapa, memperkenalkan diri, atau menanyakan arah, keduanya masih dapat saling memahami. Namun, begitu topiknya mulai membahas hal yang rumit, makin besar pula kemungkinan munculnya kebingungan.
Kata-kata serapan dari bahasa Inggris yang sangat umum di Korea Selatan bisa terdengar benar-benar asing bagi orang Korea Utara yang tidak pernah terpapar istilah-istilah tersebut. Begitu pula sebaliknya, beberapa istilah yang lazim digunakan di Korea Utara belum tentu familiar bagi masyarakat Korea Selatan.
Kalau dianalogikan, situasinya mirip dengan bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, Cationers. Satu rumpun, tapi banyak kata yang sudah beda. Kita masih bisa menangkap maksudnya, tapi ada momen-momen di mana kita juga bingung karena ada beberapa kosakata yang tidak kita pahami. Nah, kurang lebih begitu juga gambaran orang Korea Selatan dan Korea Utara ketika ngobrol.
Yuk, Mulai Perjalanan Belajar Bahasa Korea!
Itu dia, Cationers, perbedaan bahasa Korea Selatan dan Korea Utara yang ternyata lebih dalam dari yang kebanyakan orang kira! Dari bahasanya, kosakata, cara pengucapan, sampai sistem tulisannya. Seru banget kan? Kalau Cationers makin penasaran dengan dunia bahasa Korea dan ingin belajar lebih jauh, Hellocation Korea hadir untuk membantu Cationers memulainya! Jangan lupa cek artikel-artikel menarik lainnya di Blog Hellocation dan follow Instagram @hellocationkorea untuk konten edukatif seputar Korea Selatan setiap hari. Hwaiting, Cationers!
Baca Juga: Bahasa Arab: Tips Belajar Untuk Persiapan Kuliah di Timur Tengah!
