Sumber: freepik.com

Budaya bukan hanya berbentuk secara fisik seperti makanan, bangunan, alat musik, dan sebagainya. Namun, budaya juga tercipta dalam bentuk konsep. Keduanya sama-sama turun dari generasi ke generasi, walaupun dengan cara yang berbeda. Sebagai negara yang multikultural, Australia memiliki gaya hidup produktif yang merupakan bagian dari budaya mereka.
Pentingnya mengetahui dan memahami budaya dari negara lain, termasuk Australia, agar bisa beradaptasi dengan baik ketika berada langsung di negaranya. Masih banyak yang mengalami culture shock saat mereka berada di luar negeri untuk belajar, bekerja, atau sekadar hanya liburan.
Selain itu, memahami budaya dari negara lain juga berguna untuk membentuk pandangan yang lebih toleran karena kita belajar melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Budaya dari negara lain bisa kita terapkan atau bisa pula tidak, yang terpenting adalah kita dapat memahami nilai di baliknya.
Penting lagi untuk menghargai dan mengambil hal baik dari setiap perbedaan. Maka dari itu, terdapat gaya hidup produktif dan budaya Australia yang wajib Cationers tahu. Simak selengkapnya di sini!
Baca juga: Keunikan Budaya New Zealand
6 Gaya Hidup Produktif dan Budaya Australia Wajib Cationers Tahu!
1. Gaya Hidup Menjaga Kebersihan Lingkungan
Di Australia, kita bisa mendapatkan uang hanya dengan mengumpulkan botol air mineral bekas, loh. Terdapat beberapa brand air mineral di Australia yang botolnya diberi tanda khusus. Tanda atau label khusus pada botol tersebutlah yang bisa ditukarkan menjadi uang.
Terdapat mesin khusus dengan tulisan “Return and Earn” di area sekitar jalanan Australia. Untuk mendapatkan uangnya, Cationers bisa memasukkan botol air mineral bekas ke mesin khusus tersebut. Uang yang didapatkan dari kegiatan tersebut bisa berupa uang cash ataupun saldo PayPal.
Sebenarnya, uang yang didapatkan bukan termasuk nominal yang besar atau Cationers biasanya akan mendapatkan 10 cent. Namun, dari situlah timbul budaya menjaga kebersihan yang tidak hanya menjaga kualitas lingkungan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif lainnya seperti menabung dan mendaur ulang.
2. Gaya Hidup Asupan Makanan Sehat
Terdapat sebuah program untuk murid sekolah dasar di 3 negara bagian di Australia, yaitu Western Australia, New South Wales, dan Queensland. Program tersebut bernama Crunch and Sip.
Ketika program Crunch and Sip berlangsung, murid sekolah dasar akan mendapatkan istirahat khusus. Mereka menggunakan waktu istirahat tersebut untuk memakan buah dan sayur bersama-sama. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan gaya hidup sehat sejak dini dan juga agar mereka semakin terbiasa mengonsumsi buah dan sayur. Selain itu, di Australia terdapat sebuah terobosan yang bernama Health Star Rating. Sistem ini menyasar kepada makanan kemasan di Australia, kurang lebihnya adalah sebagai “penanda”.
Jadi, terdapat nilai dari 0,5 – 5 bintang di setiap produk makanan. Nilai nutrisi keseluruhan berperan penting dalam nilai bintang pada produk makanan kemasan di Australia. Semakin tinggi kandungan lemak, gula, dan garam pada produk maka semakin rendah pula penilaian bintangnya. Health Star Rating di Australia dapat melahirkan budaya dan gaya hidup yang lebih sehat karena masyarakat akan lebih peka dengan apa yang mereka konsumsi.
3. Budaya Kerja yang Ramah
Australia merupakan salah satu negara multikultural sehingga terbuka untuk berbagai kalangan etnis maupun ras. Bahkan, hampir tidak terjadi diskriminasi karena perbedaan ras atau etnis di lingkungan kerja Australia karena hal tersebut merupakan tindakan kurang sopan di Australia.
Australia juga sangat menghindari zero tolerance untuk diskriminasi dalam bentuk apapun, termasuk dalam hal ini adalah diskriminasi dalam umur maupun kualifikasi yang dianggap tidak terlalu relevan dengan posisi yang ditawarkan. Jadi, Cationers tidak akan menemukan kualifikasi yang diskriminatif karena di Australia sendiri lebih mementingkan kapabilitas dan mensyaratkan kemampuan khusus. Orang yang sudah berusia tua tetapi masih aktif bekerja juga bukan hal yang mengejutkan di Australia.
Di Australia, bukan hal biasa untuk seseorang yang memiliki dua pekerjaan di hari yang sama. Hal tersebut karena masing-masing dari satu pekerjaan yang orang Australia miliki biasanya tidak memakan terlalu banyak waktu di keseharian mereka. Fleksibilitas tersebut juga didukung karena jarang adanya overtime atau lembur, cuti yang tidak dipersulit, dan sebagainya. Maka dari itu, banyak orang Australia yang bisa merasakan rasanya work-life-balance.
Sama seperti di negara lain, di Australia juga tetap ada profesionalitas, rasa hormat satu sama lain, dan hierarki. Namun, gap antara sesama pekerja tidak begitu jauh walaupun mereka berbeda posisi ataupun jabatan. Manager bahkan owner suatu perusahaan di Australia kadang dengan senang hati membantu karyawannya ketika mereka mengalami kesulitan. Fenomena tersebut di Australia biasanya disebut dengan laid back atau orang-orangnya yang terkesan santai. Hal tersebut tidak aneh di Australia.
4. Aktif Melakukan Kegiatan di Luar Ruangan
Salah satu contoh aktivitas kegemaran orang Australia adalah olahraga. Biasanya, mereka lebih memilih melakukan olahraga di luar ruangan. Terlebih, kebanyakan kota besar di Australia berada di sepanjang garis pantai. Oleh sebab itu, banyak orang Australia menikmati waktu luang mereka sambil melakukan olaharaga seperti berselancar, berkayak, bermain kriket pantai, dan lainnya. Australia juga terkenal dengan olahraga luar ruangan lainnya seperti rugbi, sepak bola, tenis, renang, hoki lapangan, dan sebagainya.
Aktivitas jalan kaki dan bersepeda juga bukan hal aneh di Australia. Baik weekend maupun weekday, banyak orang Australia yang lebih memilih jalan kaki atau bersepeda untuk bepergian ke suatu tempat. Tidak jarang juga, pekerja di Australia pergi ke tempat kerja mereka dengan jalan kaki atau bersepeda. Biasanya, banyak juga orang-orang tua di Australia yang jalan kaki santai bersama dengan hewan peliharaannya ketika sore hari. Budaya ini selain menyehatkan fisik juga menyehatkan pikiran.
Australia juga memiliki alam yang tidak kalah indah. Tidak hanya pantainya yang indah, namun lanskap alam lainnya seperti taman nasional dan cagar alam juga menjadi tempat wisata. Cationers juga bisa melakukan aktivitas sehat seperti hiking ketika berwisata alam di Australia.
5. Kuliner
Menikmati makanan langsung di restoran tergolong mahal sehingga terkadang banyak orang Australia yang memilih masak sendiri. Baik perempuan maupun laki-laki di Australia setidaknya memiliki kemampuan dasar memasak. Orang Australia juga sering membuat jamuan makanan atau melakukan barbecue ketika weekend atau hari libur lainnya bersama teman maupun keluarga. Budaya kafe di Australia juga sangat kuat. Cationers akan mendapati orang Australia menikmati sarapan siang (brunch) di akhir pekan. Walaupun santai, orang Australia juga menjalin koneksi positif dengan melakukan kegiatan tersebut.
6. Budaya Membaca Sejak Dini
Fasilitas perpustakaan di Australia dengan dukungan penuh dari pemerintah, menumbuhkan budaya membaca. Perpustakaan di Australia tergolong banyak dan terbuka untuk umum. Selain koleksinya yang lengkap, jam buka perpustakaan di Australia tergolong panjang. Uniknya lagi, terdapat street library atau perpustakaan mini di pinggir jalan, Cationers bisa ambil buku dan mengembalikannya setelah selesai membaca.
Banyak diskon buku di pusat perbelanjaan Australia untuk berbagai kategori buku. Cationers bahkan juga bisa meminjam buku secara gratis di shopping center. Banyak juga toko buku di Australia yang menjual buku secondhand dengan kualitas bagus. Untuk menumbuhkan kebiasaan produktif ini, pemerintah Australia memberikan buku secara gratis kepada anak-anak TK.
Berbicara kembali tentang perpustakaan, perpustakaan di Australia bukan hanya sebagai tempat membaca buku, melainkan juga sebagai wadah komunitas. Bagaimana maksudnya? Maksudnya adalah orang-orang di perpustakaan juga bisa melakukan seperti diskusi atau weekly storytelling untuk anak-anak di fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan. Oleh sebab itu, perpustakaan di Australia terasa lebih “hidup”.
Hargai Setiap Budaya dan Gaya Hidup
Itu dia gaya hidup atau budaya produktif di Australia yang tidak hanya berguna untuk satu aspek seperti lingkungan saja, tetapi juga berguna untuk aspek lain seperti sosial dan aspek penting lainnya. Tidak lupa juga untuk sesama manusia yang tinggal di bumi ini, kita harus saling menghormati satu sama lain. Setiap manusia mendapatkan hak untuk meyakini suatu kepercayaan atau melakukan sesuatu gaya hidup. Maka dari itu, jalinlah terus hubungan baik antar sesama karena mereka juga adalah manusia seperti Cationers yang berhak atas kehidupan ini.
Baca juga: Jurusan Kuliah di Australia yang Populer di Kalangan Mahasiswa
Kuliah di luar negeri, terutama di Australia, juga membutuhkan persiapan penting lainnya selain sertifikat kecakapan bahasa Inggris. Persiapan penting lainnya adalah dokumen yang harus memiliki terjemahan ke bahasa tujuan. Cationers tidak perlu khawatir karena Hellocation sendiri memiliki layanan proofreading dan penerjemahan dokumen penting untuk keperluan studi. Pengecekan yang baik dan optimal dari Hellocation akan didapatkan langsung untuk Cationers yang menggunakan layanan ini. Tertarik dengan informasinya lengkapnya? Cationers bisa cek di sini, ya!
