Juni 4, 2026

Setiap negara tentunya mempunyai tradisi masing-masing saat melaksanakan upacara pernikahan, salah satunya tradisi pernikahan yang sakral di Korea Selatan.  Hingga saat ini, masyarakat Korea Selatan masih banyak yang menggunakan adat tradisional sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan tersendiri terhadap adat nenek moyangnya. Cationers penasaran bagaimana tradisi pernikahan di Korea Selatan? Yuk langsung simak penjelasannya.

Buchaechum

Ilustrasi tarian Buchaehum sebagai pembukaan pernikahan di Korea Selatan (Foto: Istimewa)

Buchaechum merupakan tarian tradisional Korea Selatan yang digunakan sebagai tradisi pembuka yang biasanya disuguhkan untuk para tamu undangan yang hadir. Berbagai pertunjukkan ditampilkan, seperti tarian Buchaechum yaitu tarian kipas oleh sekelompok perempuan, serta terdapat pula samulnori, yaitu permainan alat musik perkusi asal Korea Selatan.

Chin Young Rye

Ilustrasi Chin-Young-Rye, yaitu penyerahan bebek yang dibungkus kain (Foto: idntimes.com)

Pesta pernikahan biasanya diselenggarakan di rumah mempelai wanita. Upacara Chin-young-rye sendiri yaitu prosesi penyambutan kedatangan keluarga mempelai pria oleh keluarga mempelai wanita. Setelah mempelai pria tiba, mereka lalu memasuki halaman rumah mempelai wanita dengan mengikuti girukabi atau orang yang membawa bebek pernikahan yang telah dibungkus dengan kain warna-warni. Selanjutnya, girukabi memberikan burung tersebut ke mempelai wanita.

Jeon An Rye

Ilustrasi prosesi Jeon-An-Rye, yaitu peletakan bebek dan pemberian hormat (Foto: hipwee.com)

Upacara Jeon-an-rye adalah tradisi menerima persembahan dari mempelai pria. Prosesi ini berlangsung ketika mempelai pria meletakkan bebek di sebuah meja, kemudian bersujud kepada ibu mertua sebanyak dua kali. Kemudian ibu mertua akan memasukkan bebek tersebut ke dalam rumah. Namun, saat ini para pengantin lebih sering menggunakan bebek hiasan yang terbuat dari kayu karena lebih praktis.

Gyo Bae Rye

Ilustrasi prosesi Gyo Bae-Rye, yaitu pemberian salam dari kedua mempelai dengan bersujud (Foto: Istimewa)

Upacara Gyo bae-rye adalah upacara pengikatan janji dan komitmen dari kedua mempelai yang akan menikah. Mempelai pria biasanya akan berdiri di sebelah timur dan mempelai perempuan akan datang dari arah barat. Masing-masing mempelai akan didampingi oleh beberapa orang untuk kemudian membantu kedua calon pengantin untuk mencuci tangan. Setelah itu, mempelai pria maupun perempuan akan mulai bersujud sebanyak dua kali.

Han Geun Rye

Ilustrasi Han-Geun-Rye yaitu ketika kedua mempelai meminum anggur (Foto: Istimewa)

Han-Geun-Rye merupakan tanda bahwa kedua mempelai telah bersatu dalam ikatan pernikahan. Kedua mempelai akan disuguhkan minuman anggur yang tersaji dalam gelas labu dengan makna bahwa kedua mempelai yang lahir terpisah kemudian bersatu kembali dalam sebuah ikatan suci pernikahan.

Seong Hon Rye

Ilustrasi prosesi Seong-Hon-Rye, yakni memberikan penghormatan kepada kedua orangtua mempelai dan tamu yang hadir (Foto: Istimewa)

Seong-hon-rye merupakan bentuk penghormatan terhadap keluarga dan tamu undangan. Saat kedua mempelai resmi menjadi suami istri, mereka menunjukkan rasa hormat kepada kerabat dan tamu yang hadir dengan membungkuk 90 derajat.

Pyebaek

Ilustrasi Pyebaek, yaitu penghormatan kepada orangtua pengantin pria (Foto:kellywilliamsphotographer.com)

Pyebaek merupakan bentuk penghormatan kepada orangtua pengantin pria. Upacara ini dilakukan setelah prosesi pernikahan selesai. Dalam prosesi ini ibu mertua akan melemparkan buah jujube kepada kedua mempelai sebagai simbol agar pengantin yang baru menikah ini dapat dikaruniai banyak keturunan.

Itulah serangkaian tradisi pernikahan yang ada di negara Korea Selatan. Walaupun Korea Selatan sudah semakin maju, namun tradisi ini masih sering digelar dan dilakukan untuk tetap menjaga nilai-nilai tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *