
Cationers, pernah dengar tentang Universiti Malaya? Bagi Cationers yang mau melanjutkan studi ke Malaysia, pasti tidak asing dengan nama universitas ini. Siapa sangka, berawal dari sebuah sekolah kedokteran kecil di Singapura, kini telah menjadi universitas nomor 1 di Malaysia! Tidak hanya itu, universitas ini juga punya banyak prestasi dan jaringan alumni yang luar biasa sehingga membuatnya menjadi pilihan favorit, terutama bagi calon mahasiswa dari Asia Tenggara. Penasaran dengan ceritanya? Yuk, simak lebih lanjut!
Dari Sekolah Kedokteran di Singapura hingga Menjadi Universiti Malaya
Universiti Malaya (atau yang kita sebut juga UM) awalnya bernama King Edward VII College of Medicine, sebuah sekolah kedokteran yang berdiri pada tahun 1905 di Singapura. Seiring berjalannya waktu, sekolah ini bergabung dengan Raffles College pada tahun 1949 dan berganti nama menjadi Universiti Malaya. UM akhirnya resmi menjadi universitas nasional di Kuala Lumpur pada tahun 1962.
Menariknya, terdapat dua tokoh ternama di pucuk kepemimpinan di awal-awal resminya UM. Kedua orang tersebut ialah Tunku Abdul Rahman (Perdana Menteri pertama Malaysia) menjabat sebagai Chancellor. Sementara itu, Profesor Sir Alexander Oppenheim (ahli matematika dunia) menjabat sebagai Vice-Chancellor, atau setara dengan rektor.
Kenapa Universiti Malaya Disebut Universitas Terbaik di Malaysia?
Pada tahun ini, Universiti Malaya baru saja mencetak rekor dengan naik dari peringkat 58 ke peringkat 56 dunia dalam QS World University Rankings 2027, posisi tertinggi sepanjang sejarahnya. UM juga menduduki peringkat pertama di Malaysia untuk empat indikator, yaitu Academic Reputation, Employer Reputation, Employment Outcomes, dan Sustainability. Di tingkat dunia, UM berada di peringkat 61 untuk reputasi perusahaan. Dengan berbagai prestasi tersebut, wajar kalau lulusan UM punya nama baik di mata para pemberi kerja.
Selain itu, UM memiliki jaringan alumni yang kuat dan tidak main-main. Bahkan, lima perdana menteri Malaysia pernah berkuliah di sini! Berikut beberapa tokoh alumni UM, termasuk yang dari Singapura dan Indonesia:
- Mahathir Mohamad (Perdana Menteri Malaysia ke-4 dan ke-7).
- Abdullah Ahmad Badawi (Perdana Menteri Malaysia ke-5).
- Muhyiddin Yassin (Perdana Menteri Malaysia ke-8).
- Ismail Sabri Yaakob (Perdana Menteri Malaysia ke-9).
- Anwar Ibrahim (Perdana Menteri Malaysia ke-10).
- Benjamin Sheares (Presiden ke-2 Singapura).
- S. R. Nathan (Presiden ke-6 Singapura).
- Dr. Djohar Arifin (Mantan Ketua Umum PSSI).
Baca Juga: Serba-Serbi Universitas Tertua di Selandia Baru
Berbagai Fasilitas yang Tersedia di Universiti Malaya
Untuk memenuhi kebutuhan mahasiswanya, Universiti Malaya menyediakan berbagai fasilitas yang cukup lengkap dan berstandar internasional. Mulai dari ruang belajar hingga tempat bersantai, semuanya tersedia di area kampus. Agar dapat menunjang kegiatan akademik, tersedia perpustakaan dan toko buku koperasi UM. Selain itu, kebutuhan sehari-hari mahasiswa juga terpenuhi melalui akomodasi, food court, layanan kesehatan, layanan perbankan, dan transportasi.
Bukan cuma itu, para mahasiswa juga bisa melepas penat lewat sarana rekreasi dan taman yang asri di area kampus. Jadi, Cationers dapat belajar secara maksimal tanpa merasa khawatir, karena banyak kebutuhan sudah tersedia di UM.

Jenjang Pendidikan dan Fakultas yang Tersedia
Universiti Malaya menawarkan tiga jenjang pendidikan, lho! Ada sarjana, magister, dan doktor. Saat ini, UM memiliki 14 fakultas dari berbagai bidang minat para mahasiswanya. Bagi Cationers yang suka dengan sains dan teknologi, terdapat Fakultas Sains, Teknik, serta Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.
Tidak hanya itu, bagi yang tertarik dengan bidang kesehatan, terdapat Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi yang bisa menjadi pilihan untuk melanjutkan studi. Ada juga untuk mereka yang berjiwa kreatif, seperti Fakultas Seni dan Ilmu Sosial, Kesenian, juga Bahasa dan Linguistik. Nah, terdapat pula fakultas lainnya yang bisa dieksplorasi seperti Bisnis dan Ekonomi, Pendidikan, Hukum, Olahraga, dan Lingkungan Binaan. Cationers tinggal pilih mana yang paling cocok dengan minat masing-masing!
Ingin Kuliah di Universiti Malaya? Cek Persyaratannya!
Bagi pelajar internasional yang hendak melanjutkan studi di UM, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan. Terkait persyaratan akademik, UM menerima mahasiswa dari berbagai jenjang. Mulai dari lulusan SMA atau setara, diploma atau matrikulasi, hingga lulusan program internasional (A-Level, IB, STPM). Sementara untuk persyaratan bahasa, calon mahasiswa wajib melampirkan satu hasil tes bahasa Inggris, seperti:
- IELTS: minimal skor 6.0
- TOEFL: minimal skor 550 (PBT) atau 79 (iBT)
- PTE Academic: minimal skor 50
- MUET (Malaysian University English Test): minimal skor Band 4.5
Adapun untuk dokumen yang perlu Cationers persiapkan di antaranya:
- Paspor serta pas foto terbaru
- Ijazah dan transkrip yang sudah diterjemahkan
- Sertifikat bahasa
- Portofolio (untuk jurusan tertentu)
- Kartu identitas dan bukti dukungan finansial (untuk permohonan visa pelajar)
- Dokumen tambahan lainnya
Tips buat Cationers! Mulailah urus dokumen jauh-jauh hari, terutama ijazah dan transkrip yang perlu diterjemahkan. Dengan begitu, Cationers tidak terburu-buru saat jadwal pendaftaran dibuka.
Baca Juga: Tomsk State University: Buka Peluang dengan Beasiswa Negara
Nah, Cationers, itulah berbagai informasi menarik tentang Universiti Malaya, universitas nomor 1 di Malaysia. Mulai dari sejarah, fasilitas yang ada, sampai persyaratan masuknya. Bagi Cationers yang sedang mempersiapkan berbagai dokumen untuk melanjutkan studi ke luar negeri dan butuh bantuan untuk proofread dan menerjemahkan dokumen, HelloCation dapat membantu Cationers melalui layanan Proofreading & Translate Dokumen. Dengan menggunakan layanan ini, Cationers bisa memastikan isi dokumen yang disiapkan agar sesuai dengan standar kampus tujuan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai persiapkan dokumen bersama HelloCation dan wujudkan mimpimu untuk kuliah ke luar negeri, sekarang!
