Juli 15, 2026
budaya korea mirip budaya indonesia

Asian fast food, available internationally, here a mouthful of freshly prepared, with boiling water, instant cup noodles on the provided foldable plastic fork, ready to be eaten. Shallow depth of field with the focus being on the noodles on the fork. Good copy space to the left of the image.

Sama-sama berada di Benua “Asia” membuat Indonesia dan Korea Selatan memiliki beberapa budaya yang mirip. Beberapa budaya yang mirip tersebut terbentuk karena adanya kebiasaan di masyarakatnya. Berikut adalah 5 budaya Korea Selatan yang mirip budaya Indonesia.

 

Menghormati orang yang lebih tua

budaya korea mirip budaya indonesia

Sejak kecil kita selalu diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua. Kebiasaan seperti mencium tangan, menerima sesuatu dengan tangan kanan, tidak bicara kasar di depan orang tua merupakan hal yang sudah diajarkan sejak dini. Sama seperti di Indonesia, Korea Selatan pun memiliki budaya atau kebiasaan untuk menghormati orang yang lebih tua ditandai dengan adanya perbedaan cara bicara kepada orang yang lebih tua dan kepada teman seumuran. Selain itu, ada juga etika ketika menerima sesuatu dari orang yang lebih tua atau orang yang dihormati harus dengan kedua tangan. Etika kesopanan lain bisa dilihat pada artikel ini.

 

Makan mi instan pakai nasi

budaya korea mirip budaya indonesia

Cationers apalagi yang anak kos pasti sering kan makan mi instan dengan nasi? Kebiasaan ini di Indonesia sudah seperti budaya karena setiap lauk yang dimakan harus bersama nasi. Di Korea, beberapa orang biasanya memakan mi nya terlebih dahulu. Ketika mi nya habis dan hanya tersisa kuah, barulah dicampur dengan nasi untuk menambah porsi makan. Wah, ternyata orang Korea juga suka makan mi pakai nasi ya, Cationers!

 

Mudik saat hari raya

budaya korea mirip budaya indonesia

Saat hari raya, orang Indonesia biasanya pulang ke kampung halaman untuk menikmati hari libur panjang bersama keluarga. Jalanan biasanya akan macet selama masa liburan ini. Sama seperti di Indonesia, ketika Chuseok di Korea, orang-orang banyak yang kembali ke kampung halamannya untuk berlibur. Hal itu juga kadang menyebabkan kemacetan selama hari libur tersebut.

 

Upacara adat untuk bayi

budaya korea mirip budaya indonesia

Di Jawa, Indonesia, memiliki upacara adat Tedak Siten untuk bayi yang berumur tujuh atau delapan bulan. Budaya ini dikenal juga sebagai ‘Turun Tanah’ di mana itu merupakan sebuah permulaan bagi anak dan diharapkan tumbuh menjadi anak mandiri ke depannya. Selain itu, mereka akan diletakkan di dalam kurungan dan akan memilih benda-benda yang dipercaya akan menjadi gambaran masa depan mereka. Di Korea ada juga budaya yang bernama Doljanchi. Budaya ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur karena anak berhasil hidup hingga satu tahun lamanya. Bayi pada upacara adat Doljanchi juga akan memilih benda-benda yang sudah disiapkan yang dipercaya akan memprediksi karir mereka di masa depan.

 

Memakai pakaian adat saat menikah

Upacara pernikahan di Indonesia selalu dimulai dengan adat daerah dari mempelai. Jika orang Jawa, maka akan menggunakan adat Jawa dan sebagainya. Di Korea pun memiliki budaya untuk menggunakan pakaian adat ketika menikah yaitu Hanbok. Hanbok pengantin pria berwarna biru dan pengantin wanita berwarna merah yang melambangkan perpaduan ‘energi’ kedua mempelai. Selain pakaian adat, di Korea juga mempunyai budaya untuk memberi ‘hadiah’ atau amplop berisi uang kepada pengantin, lho! Wah, sama ya, Cationers!

 

Itu dia 5 budaya di Korea Selatan yang mirip dengan budaya di Indonesia. Masih banyak budaya atau kebiasaan lain di Korea Selatan yang mirip dengan budaya Indonesia. Cationers bisa kasih contoh lainnya? Komentar di bawah yaa!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *