April 23, 2024

7.000 orang tewas, 16.000 orang terluka, 46.000 orang ditangkap dan banyak bangunan berupa rumah, sekolah hingga rumah ibadah yang dibakar.

 

***

 

Annyeong Cationers!

 

Kali ini, HelloCation mau ngajak Cationers buat mengenal lebih dalam mengenai hari-hari besar di Korea, nih!

 

Di negeri ginseng ini, terdapat 5 tanggal yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Tanggal-tanggal ini tentunya dilatarbelakangi oleh sebuah cerita. Salah satu cerita sejarah yang akan kita bahas adalah cerita pada tanggal 1 Maret 1919.

 

Di negeri ginseng ini, terdapat 5 tanggal yang ditetapkan sebagai hari libur nasional yang tentunya dilatarbelakangi oleh sebuah cerita, dan salah satu yang akan kita bahas adalah cerita sejarah pada 1 Maret 1919.

 

Ada Apa di Tanggal 1 Maret?

 

Kilas balik ke 104 tahun yang lalu tepatnya 1 Maret 1919, sebuah cerita perjuangan dari para kakek dan nenek moyang masyarakat Korea tengah tercipta. Sebanyak 2 juta orang berkumpul di berbagai titik untuk melakukan aksi demonstrasi.  Mereka mengibarkan spanduk dengan semangat untuk menggapai kebebasan di hadapan tentara Jepang yang telah menjajah selama sepuluh tahun. Mereka melakukan unjuk rasa yang dinamakan Samil Undong (Gerakan Satu Maret) atau aksi Demonstrasi Manse.

 

Meskipun banyak massa yang telah berkumpul, sayangnya apa yang diinginkan oleh masyarakat justru tak selaras dengan kenyataan. Aksi demonstrasi yang diharapkan membawa kemerdekaan, malah mengundang pertumpahan darah dan luka mendalam atas hilangnya nyawa ribuan korban hingga pengrusakan fasilitas umum.

 

Bagaimana Awal Mula Gerakan Satu Maret?

 

Aksi ini dimulai dengan rasa getir melihat masyarakat Korea hidup dalam bayang-bayang penindasan, yang memancing kobaran api semangat untuk memerdekakan negara. Lalu, sebagai realisasi atas hal tersebut, 33 pemuka agama yang merupakan tokoh penting masyarakat, mencetuskan kesepakatan untuk mengadakan aksi demonstrasi pada tanggal 1 Maret di Kota Seoul. Rencana ini kemudian disebarkan ke seluruh penjuru daerah, hingga masyarakat dengan aspirasi yang sama berkumpul pada titik-titik lokasi unjuk rasa.

Baca juga: Jenuh Sama Kerjaan Bikin Pengen Mangkir? Yuk Cobain Switch Career

Pemerintahan Sementara Korea

 

Seperti yang kita bicarakan sebelumnya bahwa banyak demonstran yang mendapat perlakuan kasar dan kejam dari Jepang, tapi masyarakat Korea tidak menyerah sama sekali. Didukung oleh semangat perjuangan yang semakin berkobar, respon kolonialisme Jepang tersebut justru memancing gelombang perlawanan Korea yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

 

Beberapa pemimpin Gerakan Satu Maret seperti Syngman Rhee, Kim Gu dan lainnya pun memutuskan mendirikan Pemerintahan Sementara Korea (Korean Provisional Government) pada tanggal 13 April 1919 yang merupakan pemerintahan Korea dalam pengasingan yang bermarkas di Shanghai, Tiongkok, dan dipimpin oleh Syngman Rhee sebagai presiden.

 

Pemerintahan dibentuk sebagai wadah untuk petinggi Korea melakukan upaya kemerdekaan yang lebih terpadu. Korea pun menjalin kontak langsung dengan berbagai kelompok kemerdekaan, baik di dalam maupun luar negeri.

 

Pada tahun 1933, lebih dari 30 unit tentara kemerdekaan Korea terlibat dalam aktivitas perlawanan Jepang di Manchuria dan Provinsi Maritim Siberia. Lalu untuk mempermudah langkah, para pemimpin menerbitkan surat kabar The Independent yang berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan partisipasi politik.

 

Korea kembali berjuang dengan mengirimkan delegasi ke Amerika Serikat juga Eropa, membawa maksud agar menarik perhatian kedua negara tersebut terhadap Korea.

 

Upaya-Upaya tersebut tentunya tak semudah membalikan tangan. Pemerintahan sementara mengalami berbagai masalah, baik faktor internal seperti adanya larangan penggunaan bahasa Korea di akhir 1930-an, atau juga perpecahan koalisi pembentuk pemerintahan. Namun demikian, Syngman Rhee sama sekali belum kembali dari Amerika. Dia tetap berjuang “mencari bantuan” agar Korea bisa mencapai kemerdekaan.

 

Baca juga: Mau Lanjut S2 ke Korea? Daftar GKS-G Aja!

 

Sampai akhirnya, dengan kegigihan masyarakat Korea, Kekaisaran Jepang menyerah pada tanggal 15 Agustus 1945, dimana hal tersebut juga menjadi tanda bahwa Korea sudah merdeka.

 

Namun sebagai negara yang baru merdeka, tentu saja perlu penyesuaian, terkhusus dalam sistem pemerintahan di mana tiga tahun kemudian, saat sekutu memenangkan Perang Dunia II, Republik Korea didirikan yang menjadi awal bubarnya Pemerintahan Sementara Korea pada tanggal 15 Agustus 1948.

 

PENUTUP

 

Annyeong Cationers!

 

Merdeka adalah hak setiap bangsa, dan Korea di tahun 1919 tengah berjuang meraihnya.

 

Upaya kita untuk berjuang mendapatkan kebebasan di tanah air sendiri yang sudah dijajah negara lain tentunya tidak mudah, perlu banyak perjuangan dan pertumpahan darah, hingga karena itulah HelloCation ingin memberikan insight juga respect pada para pahlawan yang berani mati untuk melawan penjajah.

 

Supaya Cationers terus dapat insight seputar Korea, jangan lupa follow Instagram @hellocationkorea

 

See you!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *