Juli 22, 2026
Set-up perayaan Doljanchi

Set-up perayaan Doljanchi di Korea Selatan

Annyeong, Cationers! Kalian tau gak sih kalau di Korea Selatan, ulang tahun pertama bayi merupakan sebuah momen paling krusial dalam hidup seseorang? Tradisi turun-temurun yang meriah ini dikenal dengan nama Doljanchi (돌잔치).

Bukan sekadar tiup lilin dan potong kue biasa, perayaan ini memiliki akar sejarah dan makna psikologis yang sangat mendalam bagi masyarakat Korea Selatan. Di masa lalu, tepatnya sebelum abad ke-18 dan ke-19, tingkat kematian bayi di Korea sangat tinggi akibat keterbatasan medis, penyebaran penyakit menular, serta musim dingin yang ekstrem. Oleh karena itu, ketika seorang bayi berhasil bertahan hidup hingga mencapai usia satu tahun, hal tersebut dipandang sebagai sebuah mukjizat dan tonggak pencapaian besar. Doljanchi hadir sebagai bentuk rasa syukur kolektif keluarga, sarana penghormatan kepada dewi kelahiran (Samsin Halmeoni), sekaligus momen untuk memohonkan doa agar si kecil memiliki umur yang panjang, kesehatan, dan keberuntungan di masa depan.

Baca Juga : 5 Drama Kim Moo-Yeol Paling Populer Pengawas BPHP Teach You a Lesson

Evolusi Doljanchi: Dari Ritual Tradisional Sakral hingga Era Modern ala Influencer

Cationers, seiring berjalannya waktu, perayaan Doljanchi telah melewati evolusi yang sangat menarik dari masa ke masa tanpa kehilangan esensi utamanya.

  1. Perayaan Tradisional yang Sarat Makna Sejarah

Pada zaman dahulu, Doljanchi sepenuhnya diselenggarakan di dalam rumah dengan nuansa tradisional yang kental. Sang bayi akan memakai pakaian Hanbok sutra khusus berhiaskan warna-warni cerah bernama Saekdongot (색동옷), lengkap dengan topi pelindung tradisional Jobawi (조바위) untuk anak perempuan atau Hwanggwan (황관) untuk anak laki-laki. Fokus utama perayaan terletak pada susunan meja Dol-sang (돌상), yang wajib dihiasi dengan hidangan penuh simbolisme. Beberapa di antaranya adalah sup rumput laut (Miyeok-guk) sebagai simbol penghormatan, serta kue beras tradisional seperti Baekseolgi (kue beras putih bersih) yang melambangkan kesucian hati dan harapan agar anak tumbuh tanpa noda, serta Susu-gyeongdan (kue beras kacang merah) yang dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat dari kehidupan si bayi.

  1. Transformasi ke Konsep Modern dan Menyesuaikan Zaman

Memasuki era globalisasi saat ini, perayaan Doljanchi mengalami pergeseran konsep yang signifikan menjadi lebih modern, praktis, dan mewah. Alih-alih merayakannya di rumah secara tertutup, banyak orang tua modern di Korea yang kini menyewa ballroom hotel bintang lima, restoran buffet khusus Doljanchi, atau ruang acara bertema estetis.

Tak hanya itu, konsep busana dan dekorasi pun ikut berevolusi. Contoh nyata dari adaptasi modern yang sangat kekinian ini bisa kita lihat dari perayaan Doljanchi anak dari influencer ternama Indonesia-Korea, Sunny Dahye. Pada perayaan ulang tahun pertama putrinya, konsep tradisional yang kaku bertransformasi menjadi suasana pesta yang super manis dan instagrammable. Alih-alih dekorasi khas kerajaan kuno, balon-balon pastel dan dekorasi bunga sakura yang modern memenuhi latar ruangan. Keluarga kecil tersebut tampil kompak dan kasual mengenakan kaos custom bergambar sang anak. Memberikan kesan pesta yang lebih santai, hangat, dan intim, namun tetap mempertahankan esensi tradisi inti dari perayaan ulang tahun Korea.

Source : @sunnydahye on Instagram

Tradisi Doljabi: Menebak Masa Depan si Kecil lewat Benda Simbolis

Meskipun visual dan tempat pelaksanaannya sudah banyak yang modern, ada satu ritual inti dari tradisi Doljanchi kuno yang tidak pernah ditinggalkan dan selalu menjadi puncak acara paling dinantikan, yaitu Doljabi (돌잡이). Dalam sesi yang seru ini, sang bayi akan duduk di depan sebuah meja kecil berisi berbagai macam barang. Benda pertama atau kedua yang akan sang bayi pegang atau ambil konon katanya secara simbolis akan memprediksi jalan hidup, bakat, serta profesinya di masa depan.

Barang-barang Doljabi konvensional meliputi:

  • Benang Nilon/Katun Putih: Melambangkan kesehatan yang prima dan umur yang panjang.
  • Uang Tunai atau Koin Emas: Menyimbolkan kekayaan materi, kemakmuran, dan kesuksesan finansial.
  • Buku, Kuas, atau Pena Tradisional: Menandakan cerdas, gemar belajar, atau seorang penulis.
  • Busur dan Panah: Melambangkan keberanian dan jiwa pemimpin, memprediksi masa depan di bidang militer.
Source : Andrey Sayfutdinov/iStock

Menariknya, barang-barang yang diletakkan di meja Doljabi modern saat ini juga ikut menyesuaikan dengan perkembangan jenis profesi zaman sekarang. Seperti yang juga terlihat pada meja perayaan anak Sunny Dahye:

  • Mikrofon: Menandakan anak akan memiliki masa depan gemilang di dunia hiburan (entertainment), baik sebagai penyanyi, aktor, maupun influencer.
  • Stetoskop atau Peralatan Medis: Memprediksi karier anak sebagai dokter, perawat, atau tenaga ahli kesehatan.
  • Bola Olahraga : Menyimbolkan potensi anak untuk menjadi atlet profesional atau seseorang yang ahli dalam bidang olahraga.
  • Gavel (Palu Hakim): Menandakan profesi pada bidang hukum, baik sebagai hakim atau pengacara ternama.
  • Mouse Komputer atau Smartphone: Melambangkan kesuksesan di industri teknologi, seperti menjadi ahli IT atau kreator digital sukses.
Source : @sunnydahye on Instagram

Seluruh tamu undangan yang hadir biasanya akan mendapatkan kupon tebakan sebelum acara dimulai untuk memilih benda apa yang kira-kira akan diambil sang bayi, sehingga suasana pesta terasa sangat interaktif, seru, dan penuh gelak tawa!

Jadi gimana nih, Cationers? Seru dan penuh makna banget kan tradisi Doljanchi ini? Terbukti bahwa budaya Korea selalu sukses memadukan sejarah masa lalu dengan tren modern yang keren. Nah, buat kamu yang mau tau lebih banyak seputar budaya unik di Korea, kamu bisa cek sosial media @hellocationkorea dan jangan lupa follow supaya gak ketinggalan fakta-fakta menarik lainnya ya Cationers! See you!

 

2 thoughts on “Bukan Cuma Tiup Lilin, Yuk Intip Keseruan Doljanchi alias Ulang Tahun Pertama Bayi di Korea!

  1. “Artikel yang sangat informatif! Saya jadi mengenal lebih jauh tentang tradisi dan budaya Korea Selatan. Terima kasih sudah menyajikannya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *