Juni 28, 2026

Halo, Cationers!

Cationers pasti mengetahui fakta bahwa Indonesia kaya akan budaya dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari makanan, tarian, alat musik, hingga ragam tekstil yang sangat beragam. Nah, saat ini budaya Indonesia, khususnya wastra, sedang melangkahkan kakinya untuk go internasional! Tepatnya di Busan, Korea Selatan, sedang diadakan sebuah pameran yang memamerkan beragam karya tekstil dari Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia. Kira-kira, apa saja, ya, yang menarik dari pameran ini? 

(Sumber: Instagram @museum_tekstiljkt)

Weaving Hands, Women’s Time: Textile Tradition in ASEAN

Pameran yang diadakan oleh KF ASEAN Culture House di Busan, Korea Selatan ini bertajuk Weaving Hands, Women’s Time: Textile Tradition in ASEAN. Berlangsung dari tanggal 25 Maret hingga 30 Agustus 2026, pameran ini menampilkan berbagai tekstil tradisional dari 11 negara Asia Tenggara. Pemilihan ragam tekstil pun tidak asal-asalan, tetapi tekstil yang sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda. Tidak hanya sekadar memamerkan nilai estetis dari kain-kain tersebut, ekshibisi ini juga ingin menyampaikan pesan di balik proses pembuatannya. 

 

Pameran ini secara sistematis tersusun menjadi 4 bagian yang mengandung storytelling di dalamnya. Perjalanan ini dimulai dengan pengenalan terhadap proses pembuatan tekstil. Bagian ini mengenalkan setiap proses yang dilalui, mulai dari pengumpulan bahan hingga penenunan kain. Langkah selanjutnya mengajak kita untuk mengeksplorasi simbolisme dan makna estetika yang terselip dalam setiap kain, termasuk lintas budaya dalam dunia tekstil Asia Tenggara. Setelah mengenali makna di baliknya, kita memasuki poin inti dari pameran ini, yaitu peran perempuan. Salah satu pesan dari karya-karya ini adalah tentang bagaimana perempuan berkontribusi besar dalam melestarikan kesadaran kolektif dan identitas budaya secara turun temurun melalui kerajinan tekstil. Perjalanan ini berakhir dengan cara-cara melestarikan kain tradisional agar bisa tetap eksis di dunia modern.

 

Baja juga: Universitas Khusus Perempuan di Korea Selatan dengan Reputasi Global

 

Lalu, bagaimana representasi Indonesia dalam pameran Weaving Hands, Women’s Time: Textile Tradition in ASEAN?

 

(Sumber: Instagram @museum_tekstiljkt)

Apa Itu Wastra Indonesia?

Sebelum kita melihat karya-karya tekstil Indonesia dalam pameran tersebut, sebaiknya kita terlebih dahulu berkenalan dengan wastra Indonesia. Berbicara tentang dunia tekstil, Cationers pasti sudah familiar dengan batik, kebaya, dan lurik. Tapi, apakah Cationers tahu tentang wastra Indonesia? Secara sederhana, wastra Indonesia adalah kain tradisional khas Indonesia yang mengandung makna budaya Nusantara. Setiap guratan, warna, ukuran, dan bahan membedakan satu wastra dengan wastra yang lain.

 

“Jadi… batik, kebaya, dan lurik tidak ada bedanya, dong, dengan wastra Indonesia?”

Yap, tepat sekali! Batik, kebaya, lurik, serta kain tradisional Indonesia lainnya seperti ulos, songket, dan tenun termasuk ke dalam wastra Indonesia. Maka, wastra Indonesia adalah istilah yang lebih luas dan mencakup seluruh kekayaan tekstil Indonesia.

 

Wastra Indonesia di Kancah Internasional

Nah, setelah mengenal wastra Indonesia dengan lebih baik, saatnya kita melihat tekstil-tekstil Indonesia yang dipamerkan di Korea Selatan. Sebagai representasi Indonesia, KF ASEAN Culture House menggaet Museum Tekstil Jakarta untuk memamerkan berbagai koleksi mereka. Melalui kesempatan ini Museum Tekstil Jakarta menerbangkan 7 koleksi mereka, yaitu 5 kain ulos dari Sumatra Utara dan 2 set kebaya yang terdiri dari kebaya, kemben, dan kain batik dari Pekalongan. Sri Kusumawati, Kepala Unit Pengelola Museum Seni Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, menyatakan bahwa koleksi-koleksi ini dipilih karena menjadi representasi andil perempuan dalam pelestarian budaya yang menjadi inti dari pameran ini.

 

Presentasi wastra Indonesia di tingkat internasional merupakan langkah yang sangat baik untuk mempromosikan budaya Indonesia. Pameran ini secara langsung juga telah membuka peluang bagi Indonesia dan Korea Selatan untuk berkolaborasi dalam bidang kebudayaan di masa depan. Kehadiran Indonesia di sini membuka lembaran baru bagi keindahan dan sejarah budaya Indonesia agar lebih menarik di mata masyarakat mancanegara.

 

Gimana nih, komentar dari Cationers? Makin penasaran, nggak sih, tentang kehidupan lintas budaya di negeri ginseng? Yuk, follow Instagram Hellocation Korea untuk tahu info menarik lainnya tentang Korea Selatan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *