Juni 4, 2026
Tiga Kampus Inggris Musisi Muda Indonesia

Sumber: Freepik

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Pasti Cationers udah nggak asing sama nama Maudy Ayunda, Isyana Sarasvati, dan Vidi Aldiano, kan? Yap! Selain memiliki suara bagus, ketiga musisi muda ini juga pernah mengenyam pendidikan di Inggris, lho. Udah talented dalam bermusik, mereka juga membuktikan kalau setiap orang bisa berkuliah dimana saja asalkan mempunyai niat. Tanpa berlama-lama lagi, yuk, kita kulik satu-satu tiga kampus Inggris dari musisi muda di Indonesia. Siapa tahu, Cationers bisa jadi salah satu mahasiswa di sini.

Ini Dia Tiga Kampus Inggris Musisi Muda Indonesia!

Kampus Inggris Musisi Muda Indonesia yang Pertama, University of Manchester 

Cationers pasti sudah nggak asing sama Manchester, kan? Eits, Manchester nggak hanya terkenal karena klub bolanya saja, tetapi juga universitasnya, yaitu University of Manchester. Menurut Times Higher Education World University, kampus Vidi Aldiano ini menempati peringkat ke-55 di dunia. Dengan peringkat ini, University of Manchester juga memfasilitasi mahasiswanya seperti tempat belajar yang buka selama 24 jam, sleeping pod, kubikel untuk belajar, dan masih banyak lagi. Tentunya, dengan fasilitas ini, mahasiswa dapat lebih aktif dan produktif dalam kegiatan pembelajaran dan berdiskusi.

Cationers yang tertarik dengan kampus ini jangan khawatir karena Cationers punya kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman dari negara lain, bahkan bisa dari Indonesia juga. Kabarnya, University of Manchester menerima sebanyak 35% international student. Selain itu, University of Manchester menawarkan kegiatan ekstrakurikuler yang beragam seperti olahraga, debat, dan kesenian. Jadi, selain belajar akademik, Cationers bisa mengikuti kegiatan non-akademik juga. 

Kalau soal kota? Wah, kita nggak perlu meragukan kota Manchester, deh. Manchester tergolong kota yang kondusif, berbeda dengan London, yang sangat sibuk. Faktanya, kota ini adalah rumah bagi 100,000 mahasiswa dan bagi komunitas lebih dari 5.000 mahasiswa internasional. Manchester juga sangat strategis untuk mahasiswa karena terdapat perpustakaan, tempat belajar, tempat budaya, pusat perbelanjaan, dan hiburan untuk para mahasiswa.

Baca juga: Alasan Untuk Menempuh Pendidikan di Inggris 

Kedua, Royal College of Music London

Kampus Isyana Sarasvati ini adalah salah satu sekolah musik terbesar dan terlama di dunia. Menurut QS WUR Ranking by Subject, Royal College of Music London menempati peringkat 1 di bidang music dan performing arts selama 4 tahun berturut-turut. Ini menunjukkan kredibilitas Royal College of Music London dalam mencetak pemusik berbakat hingga alumni yang terkenal. Selain Isyana Sarasvati, kampus ini juga sudah mencetak beberapa tokoh penting di dunia musik internasional, seperti Holst, Vaughan Williams, Sir Collin Davis, Sir Thomas Allen, dan masih banyak lagi. 

Royal College of Music London ini menawarkan 9 fakultas yang bisa mahasiswa pilih, antara lain seperti brass, composition, conducting, historical performance, keyboard, percussion, strings, vocal, dan woodwind. Uniknya, nanti seluruh fakultas akan berkolaborasi satu sama lain untuk menciptakan musik ansambel. Kampus ini juga memiliki fakultas research yang mencakup studi musik, budaya, dan penelitian ilmiah kreatif. Jadi, mahasiswa bisa meriset yang berkaitan dengan musik. 

Mahasiswa yang mendalami dan memiliki minat di bidang musik bisa mengikuti pertukaran pelajar yang terdapat di 4 benua di dunia. Pertukaran ini dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan, tetapi untuk mahasiswa Amerika dan Australia dapat dilakukan dalam satu periode atau satu tahun. Mahasiswa juga akan diberikan dana bantuan sebagai dukungan dari Komisi Masyarakat Eropa.

Ketiga, University of Oxford

Siapa, sih, yang nggak kenal sama kampus Maudy Ayunda ini? Kampus bergengsi ini menduduki peringkat pertama di dunia dalam Times Higher Education World University Rankings pada tahun 2017-2024. Kampus ini menampung 26.000 lebih mahasiswa, termasuk 12.740 sarjana dan 13.920 pascasarjana, bahkan menurut data, terdapat 46% mahasiswa internasional yang berasal dari 160 negara. 

Oxford juga telah menyumbang dan melakukan penelitian riset dalam bidang iklim, energi, makanan, air, limbah, dan masih banyak lagi. Ini menunjukkan kampus ini mengedepankan kualitas riset dan kerjasamanya di bidang penelitian. Bagaimana tidak? Oxford memiliki kurang lebih 38 program studi yang membuat mahasiswa dapat mengeksplor apa yang mereka minati. 

University of Oxford pun tergolong sebagai kampus yang memberikan fasilitas lengkap bagi mahasiswanya. Mulai dari perpustakaan yang menyimpan lebih dari 12 juta koleksi buku dan bahan cetak lainnya, laboratorium, studio seni hingga asrama untuk mahasiswanya. Kalau Cationers jadi mahasiswa University of Oxford, kayaknya bakal langsung produktif, nih.

Baca juga: Beasiswa Full S2/S3 The Rhode Scholarship for Global – The University of Oxford ke Inggris 

Kalau Cationers udah membayangkan mau kuliah di salah satu kampus di atas tadi, jangan lupa untuk bikin rencana jangka pendek dan panjang dalam mempersiapkannya. Mulai dari biaya, persiapan tes bahasa, hingga dokumen yang dibutuhkan. Dokumen yang dibutuhkan memang nggak sedikit, tapi Hellocation bisa bantu Cationers dalam legalisasi dokumen & apostille. Cationers tinggal hubungi legalisasi dokumen & apostille dan bisa sambil mengerjakan persiapan yang lain, deh. No ribet dan no worries!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *