
Pendidikan merupakan kunci sukses sebuah peradaban. Kenapa? Karena dengan berpendidikan, manusia bisa melakukan hal-hal dasar seperti menulis, membaca, dan bahkan menciptakan sesuatu yang dapat mempermudah hidup mereka. Setiap negara memiliki corak pendidikannya masing-masing agar mereka dapat mentransfer ilmu secara efektif dan efisien. Salah satu gaya pendidikan yang termasyur adalah gaya pendidikan bangsa Arab yang cukup unik untuk kita pelajari. Yuk, simak!
1. Gaya Pendidikan Bangsa Arab Kuno

Arab kuno merupakan zaman pra islam sampai dengan awal kedatangan islam di negeri Arab. Saat itu adalah masa ketika ilmu dan pengetahuan masih disebarkan secara mulut ke mulut dan hanya mencakup keilmuan sehari-hari, jadi belum ada sistem pendidikan yang terorganisir seperti pendidikan pada zaman ini. Bagi seorang pemuda maupun pemudi, mayoritas dari mereka belajar ilmu dan pengetahuan melalui orang tua dan leluhur mereka. Karena mayoritas dari mereka akan menikah ketika usia 10 tahun, terutama perempuan.
Selain itu, kondisi di wilayah bangsa Arab sangat kering, tandus dan hanya terdapat gurun yang membentang dimana-mana. Hal ini mempengaruhi kondisi psikologi masyarakat setempat yang merasakan keheningan di tengah-tengah gurun. Oleh sebab itu, untuk mengisi kekosongan ini, mereka senang untuk membuat syair yang tentunya bisa menjadi salah satu metode untuk menyebarkan ilmu dan pengetahuan.
Di zaman ini juga bangsa Arab terkenal sebagai bangsa jahiliyah yang tercermin dari keterbatasan pengetahuan mereka dalam bersosial, berpolitik dan juga keagamaan. Walaupun, saat itu bangsa Arab sudah mempelajari ilmu pengobatan dan astronomi. Hanya saja, masih minim dokumentasi pendidikan secara fisik.
Setelah kedatangan Islam, gaya pendidikan bangsa Arab mulai berkembang. Banyak sekolah-sekolah agama yang muncul. Selain itu, berdasarkan artikel yang Prof. Imam Suprayogo tulis, bangsa Arab biasanya mengirimkan anaknya untuk belajar budi pekerti atau adab sejak masa kecil hingga dewasa ke desa-desa. Ini juga dipengaruhi oleh ajaran Rasulullah yang menyiarkan bahwa belajar adab adalah hal terpenting sebelum berilmu. Alasannya di pedesaan, karena desa lebih kondusif untuk belajar sopan santun daripada di perkotaan.
2. Gaya Pendidikan Bangsa Arab Modern

Saat ini, perkembangan gaya pendidikan bangsa Arab semakin modern dan terstruktur. Sekolah formal sudah banyak berdiri setelah dinasti Umayyah. Pada dinasti tersebut merupakan zaman pertama kalinya perancangan sistem pendidikan formal muncul. Selain itu, negara bangsa Arab, sebagai contoh Arab Saudi, selalu menginvestasikan dana yang besar hanya untuk sektor pendidikan. Oleh karena itu, perkembangan gaya pendidikan mereka sangat pesat.
Sebenarnya, gaya pendidikan bangsa Arab saat ini sama dengan Indonesia, yaitu 6 tahun untuk pendidikan dasar, 3 tahun pendidikan menengah, 3 tahun pendidikan menengah atas serta 4-6 tahun untuk durasi jenjang sarjana (tergantung jurusan). Namun, fokus luaran mereka dalam pendidikan adalah penerapan ilmu filsafat dan pengembangan pemikiran kritis. Jadi, setiap siswa pada setiap jenjangnya didorong untuk berpikir kritis dan logis untuk memecahkan masalah sehingga dapat menciptakan generasi penerus yang memiliki pola pikir yang sehat, berintegritas, dan berkualitas.
Baca Juga: Kuliah di Arab Saudi, Ini 5 Keuntungannya!
Nah, Cationers, itu dia pemaparan tentang gaya pendidikan bangsa Arab baik pada zaman kuno dan modern. Pastinya, jika Cationers berkuliah di negara Arab, tidak hanya akan berilmu saja, tetapi juga berbudi pekerti yang tinggi. Masih bingung untuk mencari beasiswa dan persiapannya? Yuk, join telegram Hellocation untuk dapat informasi beasiswa terbaru!
