Juli 7, 2026
retouch_2025022109553935
Sumber: Pinterest

Cationers tahu nggak sih kalau ternyata, Indonesia menyumbang wisatawan sebanyak 250 ribu ke Korea Selatan pada tahun 2023. Kemudian di tahun berikutnya, Indonesia masuk ke dalam 5 besar negara yang jumlah turisnya melonjak, yaitu naik di angka 50,8% menurut Korea Tourism Organization (KTO). 

Bagi Cationers yang akan berkunjung ke Negeri Ginseng, ada baiknya untuk memahami beberapa kosakata bahasa Korea. Nyatanya, ada beberapa kosakata yang tidak sepantasnya diucapkan saat berkunjung ke Korea Selatan dan apabila sampai mengucapkan kata tersebut, maka bisa dianggap tidak sopan. Lalu, apa saja kosakata tersebut? Yuk, cari tahu lebih lanjut agar Cationers terhindar dari anggapan yang tidak baik.

Baca juga: Simak Tips Belajar Bahasa Korea dengan Mudah dan Menyenangkan

Hindari Beberapa Kosakata Ini Saat Berkunjung ke Korea Selatan

1. Kosakata tidak sopan

  • 야 (Ya)
    Kata “야 (Ya)” sebenarnya digunakan untuk memanggil seseorang. Namun, Cationers jangan gunakan kata ini saat memanggil orang yang memiliki jabatan lebih tinggi ataupun orang yang tidak dikenal karena bisa dianggap tidak sopan.
  • 죽어 (Jugeo)
    Kata “죽어 (Jugeo)” kerap kali diucapkan pada beberapa drama korea. Kata ini biasanya diucapkan dalam konteks bercanda kepada teman sebaya. Namun, pengguna kata “죽어 (Jugeo)” bisa dijadikan sebagai ungkapan ancaman kepada orang lain karena memiliki arti “mati”. Maka, ada baiknya Cationers hindari kata tersebut.
  • 안녕 (Annyeong)
    Sebenarnya kata “안녕 (annyeong)” sendiri bermakna sapaan, yaitu “hallo” ataupun “hai”. Namun, kata “안녕 (annyeong)” bisa dianggap tidak sopan ketika diucapkan kepada orang yang tidak dikenal atau stranger. Ada baiknya, Cationers mengatakan sapaan yang lebih formal, yaitu “안녕하세요 (Annyeonghaseyo)” yang bermakna “hallo” ataupun “저기요 (jeogiyo)” yang bermakna “permisi”.

2. Kosakata berbau politik

  • 북한 (Bukhan)
    Kata “북한 (Bukhan)” sebenarnya memiliki arti “Korea Utara”. Namun, seperti yang kita semua ketahui bahwa hubungan Korea Selatan dan Korea Utara masih dalam status peperangan. Sehingga ada baiknya, kita sebagai wisatawan menghindari kata sensitif ini untuk menghindari anggapan tidak sopan dari warga lokal disana.
  • 공산주의 (Gongsanjuui)
    Kata “공산주의 (Gongsanjuui)” merujuk pada arti “komunisme”. Cationers sebisa mungkin menghindari kata tersebut saat berkunjung ke Korea Selatan karena tidak baik bagi kita wisatawan membahas mengenai ideologi politik bukan pada negara kita.

3. Kosakata Kasar

  • 씨발 (Ssibal)
    Kata ini sebenarnya sering terdengar di beberapa drama korea ketika pemeran drama merasa kesal. Namun, ternyata kosakata ini termasuk kasar apabila diucapkan. Kata “씨발 (Ssibal)” mempunyai arti “pers*tan” dalam bahasa Indonesia. Sebaiknya, Cationers hindari kata tersebut saat berkunjung ke Korea Selatan.
  • 개년 (Gaenyeo)
    Saat berada di Korea Selatan, Cationers jangan sampai mengatakan kata “개년 (Gaenyeo)” kepada orang lain, ya. “개년 (Gaenyeo)” sendiri merupakan ungkapan yang merendahkan orang lain dengan sangat kasar, yang dapat diartikan “pel*cur” dalam bahasa Indonesia.

4. Kosakata Tabu

  • 망할 (Mang-hal)
    Kata “망할 (Mang-hal)” dianggap sebagai kosakata tabu karena memiliki arti “terkutuk”. Kata tersebut sebaiknya dihindari apabila penggunaannya dalam konteks keagamaan.
  • 귀신 (Gwisin)
    Kata yang memiliki arti “hantu” ini dapat menjadi kata yang tabu diucapkan apabila merujuk pada kepercayaan takhayul. Sehingga ada baiknya untuk Cationers hindari penggunaannya.

Nah, itu tadi beberapa kosakata bahasa Korea yang dianggap tidak sopan untuk diucapkan. Jangan lupa untuk dicatat agar Cationers bisa mengingat kata apa saja yang sebaiknya dihindari saat berkunjung ke Korea Selatan. Bagi Cationers yang ingin tahu lebih banyak mengenai fakta menarik seputar Korea Selatan. Cationers bisa kunjungi pada situs resmi kami blog.hellocation.id atau akun Instagram resmi @HellocationKorea.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *