Juli 13, 2026
Martabak manis

Sumber: Taste of Nusa/Jacinta

Siapa yang suka martabak? Jajanan kaki lima yang populer dan menjadi idaman untuk disantap di sore hari ini sebenarnya berasal dari Arab loh, Cationers.

Ada sejarah menarik di perkembangan martabak sebagai makanan nikmat di Indonesia. Penasaran? Yuk, cari tahu penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini, ya!

Makanan dari Arab bernama Mutabbaq

Martabak sebenarnya adalah makanan dari wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah yang bernama mutabbaq

Mutabbaq
Sumber: Asaan Recipes/Tahira Waseem

Mutabbaq sendiri memiliki arti ‘terlipat’. Dilansir dari detikfood, sesuai dengan namanya mutabbaq adalah omelet gulung dari tepung atau telur yang dilipat dengan isian di dalamnya.

Isian muttabaq berupa campuran daun bawang dan daging cincang yang dikocok dengan telur.

Persebaran dan pengaruh Arab yang kian meluas, akhirnya membuat kuliner satu ini semakin populer, khususnya di Asia Tenggara. Kini, martabak menjadi makanan khas di banyak negara, seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura dengan versi juga sebutan yang berbeda bergantung pada lokasinya. 

Baca Juga: Kuliah di Arab Saudi, Ini 5 Keuntungannya!

Martabak telur
Sumber: Sajiansedap.com

Adaptasi menjadi Martabak

Mutabbaq sebagai makanan dari Arab kini beradaptasi sebagai martabak di Indonesia. Martabak sendiri memiliki dua jenis, yaitu martabak asin atau telur dan martabak manis. Masing-masing punya kisah dan sejarahnya sendiri loh, Cationers.

Seorang pemuda dari Tegal yang bernama Ahmad bin Abdul Karim menjadi orang pertama yang mempopulerkan martabak asin atau telur. Ahmad bertemu dengan seorang pemuda India yang memperkenalkan makanan India bernama moortaba, kemudian memberi sedikit perubahan sesuai dengan selera orang Jawa. Martabak hasil inovasi Ahmad inilah yang kemudian kita kenal sebagai martabak asin atau telur.

Sementara itu, martabak manis diciptakan oleh orang-orang keturunan Tionghoa di Bangka Belitung dengan nama Hok Lo Pan. Secara harafiah, Hok Lo Pan memiliki arti kue hoki atau keberuntungan. Pada awalnya, topping pada Hok Lo Pan atau martabak hanya bertabur wijen. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, martabak manis memasuki daerah lain dengan topping yang semakin bervariasi.

Selain itu, sebutan martabak manis pun ada banyak ragamnya, Cationers. DI Bandung martabak manis juga memiliki nama kue terang bulan karena bentuknya yang bulat seperti bulan. Lalu, masyarakat Pontianak menyebut martabak dengan apam pinang sedangkan di Jakarta sendiri terkenal dengan nama martabak manis atau martabak Bangka.

Wah, menarik banget kan sejarah tentang martabak? Semoga informasi baru dari Heon ini bisa membuat kamu semakin suka martabak, ya, Cationers!

Jika kamu ingin mencari informasi bermanfaat lainnya seputar trivia dari seluruh dunia, kamu dapat mengunjungi akun Instagram HelloCation ID atau membawa artikel di laman Hellocation, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *